laporan
Sejumlah Pertanyaan Yang Tak Terjawab 2
John
Carlin
Bagaimana
pemerintah Amerika dan lembaga-lembaga lainnya menanggapi
keraguan yang ditumbulkan dari pertanyaan tersebut? Inilah
dia.
1. Potongan
kertas sejauh delapan miles, kata FBI, dihembuskan oleh angin
dengan kekuatan 10mph, mesin jet terbang 2000 yards diakibatkan
pukulan dari kekuatan yang amat kuat saat pesawat menghantam
tanah. FBI menyimpulkan "Tidak ada yang ditemukan yang
tidak konsisten dengan pesawat jatuh ke tanah." Para
ahli penerbangan yang aku hubungi amat meragukan hal ini.
Salah seorang mengatakan keheranan atas pernyataan bahwa surat
dan kertas-kertas lain melayang-layang di angkasa selama hampir
satu jam sebelum jatuh ke bumi.
2. Pesawat
jet AU sedang dalam perjalanan tapi gagal mencapai pada waktunya,
begitulah menurut Jenderal Richard Myers, Kepala Staf Angkatan
Bersenjata Amerika. Pesawat tempur akhirnya mendekati Penerbangan
93, katanya, 'beberapa saat' sebelum jatuh, namun tidak menembaknya.
Ini menimbulkan pertanyaan kenapa mereka tidak mampu tiba
lebih cepat untuk mencegat pesawat yang jelas dikuasai teroris
dan terbang langsung ke Washington satu jam lebih setelah
pesawat United Airlines menabrakkan diri ke menara World Trade
Centre. Laporan di surat kabar New Hampshire dan di CBS, tidak
dijelaskan, dan menara pengawas di Cleveland yang mengikuti
menint-menit terakhir Penerbangan 39 lewat radar dilarang
pihak yang berwenang untuk berbicara kepada umum tentag apa
yang mereka lihat.
3. Baik
FBI atau orang pemerintah tidak menjelaskan panggilan telepon
dari toilet pesawat, walaupun tampaknya itulah percakapan
telepon terakhir dari dalam pesawat walaupun membawa pesan
yang jelas sekali penting bahwa ada ledakan di dalam pesawat.
FBI menyita rekaman percakapan dan operator Glen Cramer mendapat
perintah untuk tidak memberi keterangan kepada media lagi.
4. Penjelasan
yang dipoles FBI untuk pesawat misterius, yang kehadirannya
pada awalnya dibantah, tidak lebih meyakinkan dan malah memperkuat
kecurigaan bahwa upaya semacam menutup-nutupi memang berlangsung,
bahwa pemerintah memanipulasi kebenaran dalam bentuk yang
dianggap cocok bagi masyarakat luas Amerika. FBI mengatakan,
dan ini tercatat, bahwa pesawat itu adalah pesawat jet bisnis
sipil, yaitu sebuah pesawat Falcon, yang terbang 20 milse
dari Penerbangan 93 dan diminta oleh pihak berwenang untuk
turun dari ketingian 37.000 kaki ke 5000 kaki guna melihat
dan mengirimkan titik kordinat dari lokasi kecelakaan untuk
'keperluan darurat awak pesawat.' Masalahnya, seperti dikatakan
banyak orang, kenapa penjelasan ini sepertinya tidak masuk
akal bahwa, pertama, pada pukul 10.06 tanggal 11 September,
semua pesawat non-militer di angkasa Amerika sudah menerima
perintah yang keras dan jelas satu jam sebelumnya untuk mendarat
di bandara terdekat. Yang kedua, demikian banyaknya telepon
ke 911 oleh orang-orang di daratan di wilayah Shanksville,
sehingga titik kordinat dari lokasi kecelakaan tidak perlu
dilihat dari udara, dan ketiga, dengan pesawat F 16 yang mestinya
di sekitar lokasi, maka pada saat sedang terjadi ketidak-jelasan
karena tidak ada yang persis tahu apakah masih ada lagi pesawat
yang dibajak di angkasa, kenapa militer meminta tolong pada
pesawat sipil yang kebetulan berada di sekitar itu.
Tapi yang
mungkin paling mencurigakan dari semuanya, adalah kegagalan
FBI dan pihak-pihak lainnya untuk mengidentifikasi pilot atau
penumpang dari pesawat yang disebut Falcon itu, dan kegagalan
mereka untuk muncul menjelaskan identitas mereka.
Ada satu
pesawat lain, Piper bermesin tunggal, di udara ketika Penerbangan
93 menuju petaka. Pilotnya, Bill Wright, mengatakan ia berada
sejauh tiga miles dan cukup dekat untuk melihat tanda United
di pesawat tersebut. Tiba-tiba ia menerima perintah untuk
menjauh dari pesawat yang dibajak dan segera mendarat. "Yang
pertama langsung muncul di benakku adalah mereka meminta kami
menjauh dari pesawat secepat mungkin." Wright kemudian
mengatakan kepada stasiun TV Pittsburg, "apakah mereka
memperkirakan pesawat akan meledak atau mereka akan menembaknya
jatuh, tapi itu semua hanya spekulasi saja."
Semuanya
spekulasi, dan itulah masalah dari cerita Penerbangan 93.
dan jika pemerintah Amerika Serikat tidak mengungkapkan lebih
banyak tentang apa yang mereka ketahui, memberika rincian
tentang 10 menit terakhir dari kehidupan Penerbangan 93 dan
44 penumpangnya, maka tidak hanya akan ada dugaan saja tapi
juga alasan yang masuk akal bagi penganut teori konspirasi
untuk meneruskan spekluasi tentang apa yang terjadi pda menit-menit
terakhir sebelum pesawat menukik ke bumi; untuk mengungkapkan
keraguan pada legenda lembut yang diterima dengan teduh oleh
masyarakat Amerika yang traumatis.
Beberapa
penganut teori konspirasi akan mengatakan pesawat ditembak
oleh rudal, kemungkinan rudal panas yang diarahkan ke salam
satu mesin pesawat --sebuah teori yang mungkin penting untuk
menjelaskan mesin pesawat jatuh seajuh 2000 yard, namun disangkal
oleh para saksi mata, termasuk Lee Purbaugh yang terakhir
kali melihat pesawat tidak mengeluarkan asap.
Yang lainnya
mungkin mengatakan, seperti yang terajdi pada pesawat TWA
yang jatuh ke laut pada tahun 1996 setelah lepas landasa rdari
New York, bahwa pesawat menjadi korban dari interferensi elektromagnetik.
Dalam kasus pesawat TWA, penyebannyha, seperti yang diungkapkan
dalam artikel panjang di New York Review of Books oleh akademisi
Harvard Elaine Scarry terjadi hal tersebut merupakan kecelakaan.
Bagaimanapun, seperti dilanjutkan artike Scarry, ada dokumen
tentang AU Amerika dan Pentagon melaksanakan riset yang ekstensif
dalam 'aplikasi perang elektronik' dengan kemungkinan kapasitas
dalam menganggu mekanisme pesawat terbang sedemkian rupa untuk,
misalnya, memprovokasi pesawat terbang menukik tidak terkendali.
Scarry melaporkan pula bahwa pesawat Bea Cukai Amerika sudah
dilengkapi dengan senjata seperti itu, juga pesawat pengangkut
AU C-130. FBI sudah menyatakan bahwa selain pesawat Falcon
yang masih teka-teki, ada juga pesawat pengagkut C-130 dalam
jangkauan 25 miles dari pesawat penumpang itu ketika jatuh.
Berdasarkan temuan Scarry, pada tahun 1995 AU memasang 'ruang
elektronik' dai sedikitnya 28 C-130, yang antara lain, mampu
memancarkan signal-signal jamming yang mematikan.
Dalam beberapa
dekade mendatang, para pembuat film, Oliver Stone masa depan,
mungkin akan muncul dengan teori versi mereka dan Penebangan
93 mungkin akan menjadi mistik yang tidak normal seperti pembunuhan
Kennedy.
Tidak ada
satupun dari semua keraguan ini yang mempertanyakan keberanian
para penumpang seperti Todd Beamer, yang meninggalkan istri
hamil dan dua anak, atau Tom Burnett yang punya tiga anak
perempuan dan mengatakan kepada istrinya lewat telepon, dengan
protes dari istrinya, bahwa dia dan penumpang lainnya akan
"melakukan sesuatu" karena jika tidak teroris "akan
mengarahkan pesawat ke tanah." Dan ada bukti, seperti
ditulis artikel Newsweek, bahwa terjadi semacam perkelahian,
namun apakah teroris bisa mengalahkan para penumpang atau
penumpang berhasil menguasai cockpit dan mungkin berhasil
berupaya menerbangkan pesawat (salah seorang penumpang di
dalam pesawat adalah pilot pesawat terbang kecil yang bersertifikat),
tidak ada yang tahu --atau mengaku bahwa bahwa mereka sebenarnya
tahu.
Jika bukti
ada bukti-bukti lebih lanjut tentang cerita kepahlawanan,
aneh jika pemerintah tidak mengungkapkannya. Keberanian jelas
tidak diragukan. Seperti dikatakan Lee Purbaugh yang akan
amat kasar untuk dibantah, "mereka yang berada di dalam
pesawat adalah pahlawan." Sebuah konsensus dibangun disekitar
pendapat itu yaitu di lokasi kecelakaan di Shanksville --sebuah
dataran tak dikenal yang diperuntukkan bagi bendera Amerika
yang berkibaran, tanda salib, dan gambar penumpang yang tewas
serta pesan-pesan kebenaran maupun semangat ("Jangan
main-main dengan Amerika Serikat")-- dan tempat ini menjadi
tempat jemaah, sama seperti di Ground Zero di New York namun
dalam skala lebih kecil yang setiap harinya dikunjungi 150
dari seluruh Amerika Serikat. "Sebenarnya," kata
Wally Miller yang sebagai koroner tatap bertanggung-jawab
atas lokasi itu, "tanah lapang ini merupakan kuburan.
Dan harus diperlakukan dengan hormat."
Apa yang
menurut Miller terjadi? Apakah dia percaya pada cerita disekeliling,
pada mereka --termasuk sejumlah orang di Shanksville-- yang
membangkang dari versi resmi? Miller, yang sudah melihat banyak
bukti-bukti sebagaimana halnya dengan semua orang yang berada
di tempat lokasi kecelakaan, tidak menolak para pembangkan
begitu saja. Dia tetap membiarkan pikiran terbuka. "Perintah
sudah diberikan untuk menjatuhkan pesawat," katanya,
"aku tidak menyingkirkan semua kemungkinan."
***
The
Independent Review, 13 Agustus 2002