cerpen
Kalina
Ramadhan
Pohan
Kalina
puteri Balkan. Gadis ayu ini lebih pantas menjadi anakku. Atau sekurang-kurangnya
adalah keponakanku. Umurnya baru dua puluh tahun. Tidak sampai separuh
dari usiaku yang 43 tahun ini. Sesungguhnya.
"Benarkah kamu serius ingin mengawini saya?"
"Hmm... Kenapa bertanya begitu?"
"Aku ingin meyakini macam-macam perasaanku."
" Perasaanmu. Atau mungkin perasaan kita.''
''Jika aku menjawab ya, apakah kamu...?''
''Heh... Tentu saja aku tak mau!''
selengkapnya
laporan
Dali
Figueres ke London
Liston
P. Siregar
Sebagai
seorang wartawan yang biasa-biasa, aku merasa perlu
bertanya sendiri ; kenapa Dali? Dan sebagai wartawan
yang biasa-biasa pula, aku sudah terbiasa menyiapkan
pertanyaan sambil mereka-reka jawabannya --supaya siap
dengan pelor pertanyaan berikut. Jadi, kenapa Dali?
Pertama,
karya Dali terasa cukup akrab lewat cover album
Yes, kelompok musik classic rock Inggris. Aku
tak mau gegabah memvonis illustrator cover Yes,
Roger Dean, meniru Salvador Dali --walau yakin
seratus persen Dali yang lebih dulu muncul dengan
fantasi seperti itu. Album cover Yes dengan burung
raksasa, batu-batuan karang, kosong, angin, jauh
dan asing ; sebuah negeri antah berantah yang
seolah-olah pernah sesekali kita kunjungi lewat
mimpi kita.
selengkapnya
|
sajak
Letug Yang
Kehilangan dan Mencari Mengenang Iing
J.J.
Kusni
1.
baris-barismu bertutur tentang duka, rindu, luka dan kehilangan
berkisah tentang masa silam jauh seperti cakrawala tak
lagi tergapai tangan
sedangkan senjanya berwarna merah hari-hari berdarah dan
kau menjadi burung yang terbang melintasinya mencari ufuk
bersarang coba hitung berapa banyak mereka di langit ke
utara ke selatan diterbang nasib
boleh jadi
begini, letug sahabatku yang pengembara cinta yang sungguh lebih
banyak menuntut kesanggupan bertarung kesanggupan untuk menarungi
luka, rindu, kehilangan dan kenangan merenungi jalan sudah kulewat
dan juga ketika berbincang dengan matahari berulang datang di
depan jendela ketika mencoba memahami arti warna malam akupun
sampai pada pertanyaan:
selengkapnya
|
novel
Pangeran
Jawa Atawa Jagger Melayu
Bramantyo
Prijosusilo
Pagi-pagi
buta, rombongan keluarga Jagger sampai di rumah orangtua Elaine
di pinggiran kota Liverpool. Jagger bangun dari tidur saat mobil
yang
dikemudikan Elaine berhenti di depan rumah. Ketika Jagger membuka
pintu, hawa dingin menampar kulit muka, menembus celana kulit
Cibaduyut yang dipakai. Ketika ia menghirup nafas, dirasakan
dingin membakar cuping hidungnya. Salju pun turun melayang-layang
bagai kapas, menutup permukaan bumi dengan lapisan putih suci.
Salju itu masih tipis, gelap dedaunan dan rumputan tampak menyembul
di sela-sela putihnya. Jika salju terus turun, bisa dipastikan
bahwa hari Natal akan berupa "white Christmas" bersalju.
selengkapnya
novel
Dokter
Zhivago 44
Boris
Pasternak (alih bahasa Trisno Sumardjo),
disalin dari terbitan Djambatan, Maret 1960
Mendengar
putusan Pasha, Lara tercenung dan mula-mula tak percaya pada kupingnya
sendiri. "Gila," pikirnya, "ia hilang akal. Asal tak
kuperhatikan, ia akan lupa. Namun ternyata ia telah bersiap-siap selama
dua minggu terakhir. Ia mengirim surat-surat keterangan pada perwira
yang ditugasi pendaftaran, penggantinya di sekolah menengah sudah ada,
lagipula ia telah menerima perintah supaya berangkat ke sekolah latihan
militer di Omsk. Lara melolong bagai istri petani, menggapai tangan
Pasha dan terguling-guling di depan kakinya. "Pasha, Pasha sayang,"
pekiknya, "jangan tinggalkan kami. Jangan begitu, jangan. Belum
lagi terlambat, kuurus semuanya. Kau belum pula menempuh ujian ilmu
kedokteran dan lagi hatimu itu... Kau malu berobah pikiran?..
selengkapnya
ceritanet©listonpsiregar2000
|