komentar
Biar Baik Asal Indah
Liston
Siregar
Eliana-Eliana
karya Riri Riza dan Bendera karya Nan Achnas belum saya tonton, dan
mudah-mudahan kelak ada kesempatan untuk menyaksikannya ; untuk menapak
tilas ketajaman mata, telinga, hati, dan akal Ging Ginanjar. Saya seolah-olah
ikut menelusuri pemandangan yang jarang tersebut dan merasakan ketidak-gagalan
keduanya --Riri Riza dan Nan Achnas-- dalam menciptakan karya seni.
Tapi jelas ada banyak cara menonton film, dan tak semuanya memerlukan
ketajaman mata, telinga, hati, dan akal.
selengkapnya
Sejak lahir Shinta sudah
mempertanyakan soal kematian. Saat itu kereta api sudah mengenal
klas eksekutif. Abahnya yang bertugas membersihkan sampah dan
mencuci lantai gerbong eksekutif, setiap kali kereta tiba di
stasion Kertapati. Jawaban atas pertanyaan Shinta mengenai kematian
hanya satu: kemiskinan. Shinta duduk dua jam lebih di ruangan
karaoke. Dia tidak masuk kuliah. Sudah sepuluh lagu dinyanyikannya.
Dimulai dari Kopi Dangdut, Yang Ayo Mang sampai lagu Meteor
Garden,yang mengingatkan banyak orang pada warna rambut kami
: pirang metalik.
selengkapnya
laporan
Imagine-nya
Lenon di Abad 21
Lenah
Susianty
Desember
tahun lalu, ketika musim dingin mencengkramkan giginya di London,
saya masuk dalam barisan antrian ular panjang di depan Kedutaan
Perancis untuk minta visa. Pada kunjungan pertama, antrian sudah
lebih 20 meter ketika saya tiba dan begitu saya berhasil mencapai
pintu konsulat, petugas menutup pintu dengan alasan sudah terlalu
banyak pelamar visa di dalam ruangan. Saat itu saya sudah mengantri
sekitar 5 jam di tengah dinginnya angin musim dingin.
selengkapnya
novel
Dokter
Zhivago 43
Boris
Pasternak (alih bahasa Trisno Sumardjo),
disalin dari terbitan Djambatan, Maret 1960
Suami
istri Antipov lekas bemukim di Yuryatin. Keluarga Guishar dikenangkan
dengan penuh kesayangan dan hal ini telah membantu Lara mengatasi kesukaran
untuk menyusun rumah tangga di tempat yang baru. Kini mereka sudah empat
tahun di situ. Lara serba repot dan banyak pula yang perlu dipikirnya.
Ia harus menjgara rumah maupun Katya, anak perempuan yang kini berumur
tiga tahun. Marfutka, bujang berambut merah bekerja keras namun tak
sanggup menyelesaikan semua pekerjaannya. Kecuali itu Lara ikut memperhatikan
segala kepentingan Pasha, pun mengajar di sekolah menengah putri. Ia
bekerja terus menerus dan merasa bahagia. Inilah justru penghidupan
yang dimpi-impikannya.
selengkapnya
ceritanet©listonpsiregar2000
|