cerpen Kartu Pos
Ikun Eska
Burung-burung putih dalam kartu pos bergambar : Karang-Wang 2000                                                                                                                       
===============================================                                                                                                                        
Di sini, kini aku tinggal!
-lili-
 
                      Tulisnya. Tak ada kalimat lain. Hanya langit biru, serumpun hutan, sebangun kastil, dan atap-atap pabrik di  latar belakang, sejalan lurus menyilang hilang pada garis pandang berhias ribuan burung putih se-landscape  lukisan Widayat:  Seribu Kuntul.

selengkapnya

 komentar Dapat Apa dan Mau Kemana
                           J.J. Kusni
                                   
Pak Joseph Pontoan yang baik,
Yang ingin kuceritakan kali ini bukanlah kisah tentang negeri orang yang kulalui dan terkadang terpaksa kuhidupi untuk waktu panjang sehingga hidupku seperti halnya dengan pencarianku betul-betul seperti sebuah perjalanan panjang tak berujung. Iapun seperti pertanyaan demi pertanyaan yang selalu menagih jawaban.
selengkapnya


draft novel
Pangeran Jawa Atawa Jagger Melayu
Bramantyo Prijosusilo

Ini adalah hari terakhir Elaine bekerja sebelum seluruh aktifitas dihentikan untuk liburan Natal. Pulang! Sanca! Mum! Dad! Keith! Liverpool! Banyak agenda di benak Elaine. Berlari ringan menapaki tangga naik yang keluar dari mulut stasiun Underground di Notting Hill Gate, ia merasa agak lega, berada di lingkungannya sendiri biarpun langit Desember kotor dan gelap, dan seorang gembel yang setiap hari kelihatan mengemis di mulut stasiun telah tertidur dalam pose mabok berat yang menyedihkan, muntah makanan yang tidak dikunyah baik menghiasi jenggot dan kumisnya yang lebat panjang dan kumuh.
selengkapnya

novel Dokter Zhivago
Boris Pasternak (alih bahasa Trisno Sumardjo)
Disalin sesuai aslinya dari terbitan Djambatan, Maret
1960
Pasha sangat sedih memikirkan Lara. Selama Lara sakit keras ia tak diizinkan menengoknya, tapi bagaimana perasaannya? Lara telah mencoba membunuh seorang laki-laki, yang setahunya tak lebih dari kenalannya belaka, lalu orang menjadi sasaran pembunuhan yang dicobanya itu kemudian melindungi dia dari segala akibat. Ia telah mengelakkan hukuman yang membayanginya. Berkat dialah Lara dapat melanjutkan studinya, aman tak tergugat. Pasha bingung dan tersiksa.
selengkapnya


ceritanet©listonpsiregar2000