Ketika
berusia sepuluh tahun, Billy Tallon sudah mengumpulkan berbundel-bundel
buku berisi kliping keluarga kerajaan, dan mengirim surat ke kerajaan
berkali-kali untuk menanyakan apakah ada pekerjaan untuknya. Pada
usia 15 tahun ia akhirnya mewujudkan keinginannya yang paling dalam,
mendapat pekerjaan sebagai asisten junior di ruang pelayan di Istana
Buckingham.
Sejak
itu, selama lima puluh satu tahun, Tallon sudah melayani Raja dan
Ratu, dan kemudian Ibu Suri dengan kesetiaan yang sungguh-sungguh,
profesional, dan kesetiaan teguh. Akhirnya, anak penjaga toko dari
Coventry ini menapak naik menjadi pelayan pendamping dan berdiri
di belakang kursi Ibu Suri, yang merupakan pelayan paling penting
dari barisan pelayan Ibu Suri, dan disebut-sebut menjadi favoritnya.
Namun
akhir cerita --ketika saatnya tiba-- amat brutal. Bukan bagi Ibu
Suri --yang dilaporkan meninggal dengan tenang dalam tidurnya--
tapi bagi pelayannya yang setia. Tallon menghabiskan sebagian besar
dari usia 66 tahunnya dengan melayani sungguh-sungguh kerajaan,
namun begitu pelayanannya tiba-tiba tidak diperlukan lagi, keluarga
kerajaan tidak perlu merasa berhutang padanya dalam bentuk sekedar
pemberitahuan telepon sajapun. Tallon pertama kali mengetahui kematian
Ibu Suri dari seorang wartawan tabloid, yang menelepon untuk menanyakan
reaksinya tentang kematian Ibu Suri. Dia, katanya, amat kecewa.
Bagaimanapun tingginya posisi seseorang, atau disayanginya seseorang,
tidaklah terlalu enak berada dalam posisi sebagai anggota rumah
tangga keluarga kerajaan. Istana Buckingham kemarin menyatakan terlalu
dini untuk memastikan apa yang akan terjadi pada staf Ibu Suri namun
mengakui bahwa sebagian besar dari mereka segera akan menghadapi
pemutusan kontrak.
"Jika
anggota keluarga kerajaan meninggal, maka stafnya sebagai akibat
akan berlebih," kata seorang jurubicara kerajaan kemarin. Tapi
mereka mungkin akan mendapatkan pensiun? "Hal itu tergantung
pada pekerjaannya dan kontraknya." Tapi jelas kalau mereka
yangdiputuskan kontraknya tiba-tiba dalam waktu semalam akan mendapatkan
kompensasi uang tunai? "Um. Tidak harus."
Mungkin
saja Tallon bisa mendapatakan pekerjaan untuk anggota keluarga kerajaan
lain, namun sekitar 40 lebih yang bekerja untuk Ibu Suri --pelayan
pengurus jubah, pelayan rumah tangga, pelayan dapur, pelayan kamar,
tukang kebun, penjaga malam yang setiap malam duduk di luar kamarnya--
hampir pasti akan menjadi pengangguran dalam waktu beberapa hari
mendatang.
Tallon
mungkin juga akan diusir dari apartemen di Clarence House yang diberikan
oleh atasannya beberapa tahun lalu. Tallon diketahui mendapat sejumlah
uang dalam bentuk warisan dari rekan kerja lamanya, mantan asisten
pribadi Ibu Suri, Reginal Wilcock, namun tampaknya banyak dari pegawai
Ibu Suri yang bakal menghadapi masa depan sekedar amat tidak miskin.
Jelas
bukan waktu yang tepat untuk mencari pekerjaan sebagai pelayan kerajaan
karena belakangan ini pasar tenaga kerjanya agak kebanjiran. Sekitar
sebulan lalu, nasib yang sama menimpa staf yang sudah lama bekerja
pada Putri Margaret, dan 10 orang diantara mereka mendapat surat
perintah yang sopan untuk segera meninggalkan tempat tinggal mereka.
Koki
pribadi Putri Margaret, Kevin Martin, yang sebelum bekerja dua tahun
di Istana Kensington sudah bekerja selama sepuluh tahun di Istana
Buckingham, dilaporkan melamar pekerjaan di perumahan nasional milik
pemerintah. Dari 285 rumah dan apartemen yang dimiliki kerajaan
tak sampai sepuluh yang digunakan keluarga kerajaan, dan sisanya
dihuni dengan cara pilih kasih. Cara ini memang indah kalau perhatian
kerajaan sedang bersinar ke anda, namun agak tidak menjamin ketika
perhatian membeku; jika tidak disenangi bisa berarti anda tiba-tiba
tak punya tempat berteduh.
Pukulannya
mungkin akan lebih lembut jika ada kemungkinan untuk menabung ketika
sedang bekerja, namun terlepas dari kekayaan kerajaan, keluarga
kerajaan amat terkenal ketat. Sampai beberapa waktu lalu, portir,
pelayan, dan kusir kereta kuda tingkat junior mendapat gaji 9000
Pounds setahun (ket. yang amat kecil dengan standard hidup di
London), dan baru tahun lalu gajinya dinaikkan jadi 14.500 Pounds
per tahun. Bahkan staf rumah tangga yang paling senior diperkirakan
mendapat tak lebih dari 25.000 Pounds per tahun.
Penghasilan
tambahan dari mereka yang baru saja di PHK setelah Putri Margaret
meninggal, yang diduga orang sebagai sumber tambahan untuk penghasilan
yang kecil, disebutkan cuma uang pajak TV yang gratis dan sabun
mandi. Pendamping putri kerajaan,yang sebagian besar hidup mandiri
namun datang ke kerajaan untuk tugas beberapa minggu sebanyak tiga
atau empat kali dalam setahun, mendapat honorarium 4000 Pounds per
tahun.
Tapi
kenapa orang bekerja untuk keluarga kerajaan? Jawabannya, dari sudut
pandang kerajaan, adalah panggilan tugas. Namun ketika komoditas
khusus itu mengalami devaluasi yang amat tajam, tampaknya Yang Mulia
dan perusahaannya harus mulai lebih menghargainya dalam bentuk uang
tunai, dan mudah-mudahan dengan jaminan pekerjaan, jadi bukan dengan
imbalan kehormatan seperti yang sekarang ini.
Kepergian
Ibu Suri mungkin banyak disedihkan orang, namun biaya besar rumah
tangganya mungkin tidak menjadi berita duka bagi pembayar pajak,
yang memberikan subsidi pada anggaran biaya 600.000 Pounds per tahun.
Kecil kemungkinan akan terlihat lagi rombongan pelayannya dalam
skala besar. Yang terjadi pekan ini, merupakan berita tidak enak
bagi William 'Billy' Tallon dan mantan rekan-rekannya.
***
Diterjemahkan dari
G2, The Guardian, Selasa 2 April 2002