sajak crematoruim scene
Ikun Eska
dikemasinya daun yang rontok sembilan musim
biji yang ditepiskan cakrawala
dinyalakannya pendiangan dari api sendiri
dan ketika pagi tiba
orang menemukannya teronggok menjadi abu
bersama matahari yang hangus di kolong tungku
.
selengkapnya


cerpen
Embun Penari
Ari Setya Ardhi
Dengan sorot mata kemerahan, Matahari menegakkan punggungnya yang terasa renta. Angin berkibar tanpa bendera. Seakan-akan menyorongkan kemarau yang begitu dalam pada setiap desah nafas sepanjang jalan kemerdekaan, yang menjadi keterbatasan bagi kebebasan pemilik kekuasaan. Matahari baru mengusap peluh. Ruang kost yang berbatasan dengan berbagai impian mengepung sepenuh 'kemontokan' yang tak pernah bisa ditawar dengan harga apapun!
selengkapnya

draft novel Pangeran Jawa Atawa Jagger Melayu
Bramantyo Prijosusilo
Hal lain yang dicatat oleh Jagger, adalah bantuan sosial yang diberikan pemerintah kepada penduduk yang tidak berpenghasilan. Belum tiga hari berada di London, Elaine sudah mengajaknya ke kantor dinas sosial untuk mendaftarkan diri sebagai keluarga tidak yang punya pekerjaan. Sambil menggendong Sanca di dalam selendang batik Jogja yang dibeli di pasar Beringharjo, Jogja, Jagger menemani Elaine naik bus kota.
selengkapnya

novel Dokter Zhivago 34
Boris Pasternak (alih bahasa Trisno Sumardjo)
Disalin sesuai aslinya dari terbitan Djambatan, Maret 1960 dengan penulisan ejaan baru.

Menjelang pukul dua pagi. Telinga Yura mengiang-ngiang. Tadi ada selingan dengan teh dan petits fours dan kini orang mulai berdansa pula. Tak ada lagi yang mau mengganti lilit-lilin di pohon kalau habis menyala. Yura berdiri tercenung di tengah kamar dansa, memperhatikan Tonya sedang berdansa dengan orang tak dikenal. Ia berayun menghampirinya, mengibaskan ujung gaun satinnya yang pendek seperti ikan, lalu menghilang.
selengkapnya

penulis edisi 34                                                ceritanet©listonpsiregar2000