sajak crematorium scene
Ikun Eska

dikemasinya daun yang rontok sembilan musim
biji yang ditepiskan cakrawala
dinyalakannya pendiangan dari api sendiri
dan ketika pagi tiba
orang menemukannya teronggok menjadi abu
bersama matahari yang hangus di kolong tungku


dongeng hujan
bahwa hujan itu pernah bercerita padaku
bahwa bunyi yang datang mengetuk
genting rumahmu bersamanya
adalah ia yang pertama kali memandikanmu
sebelum kau berangkat
menangkap gelap matahari

di tubuh waktu ada
kata itu meloncat dari kotak teka-tekimu
menggelepar di lantai lalu diam
membeku
kau ingin menjumputnya
mengembalikan ke kotak
untuk menjawab sebuah pertanyaan
tetapi begitu tanganmu ingin menyentuhnya
kata itu meloncat ke dalam jam
di dinding kamarmu bergayut
pada angka-angka di sana
kau membiarkannya dan mengisi
kekosongan yang lain
dari detik ke menit
dari jam ke hari
dari minggu ke bulan
dari ranjang ke kuburan
hingga kau lupa
di tubuh waktu ada tersia
satu jawab bagi peterka

ceritanet©listonpsiregar2000