ceritanet
situs nir-laba untuk karya tulis
edisi 32, Senin 4Maret 2002
___________________________________

novel Dokter Zhivago 32
Boris Pasternak (alih bahasa Trisno Sumardjo)
Disalin sesuai aslinya dari terbitan Djambatan, Maret 1960 dengan penulisan ejaan baru.

Upacara kuno berlaku pada perayaan Natal di rumah Sventitsky. Pukul sepuluh setelah anak-anak pulang, pohon dinyalakan kedua kalinya untuk yang muda dan dewasa; pesta berlangsung sampai pagi. Orang-orang yang lebih tua main kartu semalam suntuk dalam kamar duduk 'Pompeia,' terpisah dari kamar dansa oleh tabir-tabir yang bergantungan pada gelangan-gelangan perunggu. Pada waktu fajar mereka semua bersantap bersama-sama.

"Mengapa kamu terlambat?" tanya kemenakan Sventitsky, Georges, yang berlari melintasi serambi depan untuk menuju ke kamar paman dan bibinya di rumah sebelah belakang. Yura dan Tonya meninggalkan barang-barang mereka, lalu menjenguk ke kamar dansa sebelum pergi menyalami tuan atau nyonya rumah.

Mereka yang tak berdansa tapi berjalan atau bercakap-cakap memperdengarkan kersak-kersik pakaian mereka serta saling menginjak kaki, bergerak laksana tembok hitam di depan pohon Natal yang bernafas panas itu, dilingkungi sinar yang berkobar berderet-deret.

Di tengah kamar, orang-orang yang berdansa berputar-putaran sampai pusing. Mereka di pasang berdua-dua atau merupakan rantai oleh seorang mahasiswa hukum yang muda, Kola Kornakov, anak pembantu jaksa umum yang memimpin 'cotillon.' "Grandrond!" teriaknya sekeras-kerasnya di dalam kamar atau "Chaine chinoise! --dan semua turut perintahnya. "Une valse, s'il vou plait" serunya pada pianis, seraya menggiring pasangannya pada awal babak pertama; iapun berputar-putar dengannya berangsur-angsur, makin lambat dalam lingkaran yang kian kecil, sampai mereka hampir tak kentara lagi menuruti irama walsa yang tinggal gema yang melenyap; tiap orang lalu bertepuk-tangan, es dan minuman dingin diedarkan antara khakayak yang riuh dan berpusing dengan tersuruk-suruk. Para pemuda dan gadis yang merah padam tak sesaatpun berhenti dengan seru menyeru dan ketawanya, bila minum air buah dan limun; namun tiap kali meletakkan gelas di baki, keramaian menjadi sepuluh kali lebih riuhnya, seakan terminum sesuatu yang membuat mereka lebih gembira lagi.

Tanpa singgah di kamar dansa, Tonya dan Yura melintasi kamar-kamar tuan rumah di ujung lainnya dalam flat itu.
***

Kamar-kamar sebelah belakang dijejali perabot-perabot yang dipindahkan dari kamar-kamar dansa dan kamar tamu. Di sinilah bengkel keluarga Sventitsky, dapur wasiat yang berbau cat dan perekat; banyak bungkusan berwarna dan kotak hadiah serta seekdar lilin tertimbun atas tiap kursi.

Keluarga Sventitsky menulis nama-nama atas kartu hadiah dan untuk kursi buat makan malam serta nomor-nomor atas karcis lotere. Mereka dibantu Georges, tapi dia selalu salah hitung dan bingung, hingga mereka marah lagi jengkel. Orang gembira sekali aas kedatangan Tonya dan Yura, orang ingat mereka waktu kecil dan tanpa basa-basi menyurum mereka bekerja.

"Felitsata Semyonovna tak mengerti bahwa ini semua harus dikerjakan sebelumnya, tidak di tengah perayaan, ketika tamu-tamu di sini. Tengok apa yang kau buat sekarang, Georges --bonbonniere yang kosong mesti didipan dan yang berisi buah badam bergula mesti di meja --kau bikin semua salah letak."

"Aku senang si Annette sudah sembuh. Pierre dan aku sangat sedih."

"Dia tambah sakit, bukan tambah baik, sayang, mengerti? Kau selalu memutar-balikkan semua."

Akhirnya selama separoh malam ini Yura dan Tonya tinggal bersama Georges dan keluarga Sventitsky di belakang layar.
***

ceritanet©listonpsiregar2000