ceritanet
situs nir-laba untuk karya tulis
edisi 30, Selasa 8 Januari 2002
___________________________________
 sajak Dimana Tuhan Menyimpan Cinta
Alkarna 
 
: buat rei
 
gerimis turun semalam
basahi pembaringan sang perempuan
 ada sorga ku lihat di bening matanya
 namun tak kutemukan dalil dalam ayat
dimana tuhan menyimpan cinta?

selengkapnya
laporan  Kandahar Yang Film Iran
Liston P. Siregar
Hafat habis-habisan membujuk dua dokter perempuan di kem Palang Merah untuk sepasang kaki palsu. Di kem itu, di padang pasir di luar kota Kandahar, sekitar 30 pasien menunggu kedatangan kaki palsu, dan sebagian --yang sudah mendapat kaki palsu- mengeluh kaki palsunya tidak cocok sampai mereka tidak bisa tidur siang dan malam menahan sakit.
Hafat awalnya minta tangan palsu, tapi kem itu tidak berurusan dengan tangan palsu. "Apa kamu berjalan pakai tangan," tanya salah seorang dokter di sana ketika Hafat menyodorkan tangan kanannya yang puntung kena ranjau. Hafat lantas minta kaki palsu, ''di sini banyak ranjau jadi tidak ada salahnya punya cadangan." Di Afghanistan, Hafat tidak berlebihan. Palang Merah Internasional mencatat 1114 korban ranjau darat di Afghanistan pada tahun 2000, dan jika dikombinasikan dengan catatan Mines Action Program in Afghanistan, yaitu 1003 korban, maka didapat angka rata-rata setiap bulannya tercatat 88 korban ranjau darat sepanjang tahun 2000. Sedangkan dalam kurun waktu tahun 1999, tercatat 130 korban setiap bulannya.
selengkapnya
novel Dokter Zhivago 30
Boris Pasternak (alih bahasa Trisno Sumardjo)

"Jangan sentuh mofku!" Emma Ernestova mengulurkan tangannya hendak membantunya menanggalkan mantel; ia menyambutnya dengan pelbagai 'O' dan 'Ah,' mengatakan bahwa Victor Ippolitovich sedang keluar, tapi ia hendak menunggu di situ. "Tak mungkin. Aku tergesa. Mana dia?" Ia menghadiri perayaan Natal. Dengan menggenggam secabik kertas yang memuat alamat, ia lari turun ke kelompok tangga muram yang dikenalnya itu dengan gambar lambang di kaca jendelanya, lalu menuju ke rumah kaum Sventitsky di Muchnoy Gorodok. Baru sekaranglah, ketika ia keluar kedua kalinya, ia melihat ke sekeliling di dalam kota dan malam musim dingin.
selengkapnya

penulis edisi 30                                      ceritanet©listonpsiregar2000