|
edisi
2, Senin 15 Januari 2001
ceritanet
situs
nir-laba untuk karya tulis
cerpen Mencari
Arti
Yusuf
Arifin
Dimanakah
engkau Arti? Sudah habis kutelusuri pelosok kota ini.
Namun hanya bayangmu dipelupuk mataku yang senantiasa
tampak. Sementara engkau raib lenyap tiada isyarat. 'Temui
aku di kota kita pernah mengikat janji. Hidupku tak jauh
dari surau, langgar ataupun masjid,' begitu ucapmu saat
kau memutuskan untuk berpisah dariku.
Selengkapnya
esei Aremania
Itu Apa
Heyder
Affan
Mengenang
suatu siang, jauh di belakang sana, pada hari-hari awal
masa Kampanye Pemilu 1992 di sekitar alun-alun bunderan
Malang. Iring-iringan simpatisan Partai Persatuan Pembangunan
(PPP) dengan seragam serba hijau berteriak-teriak sambil
menunjuk-nunjuk gambar bintang. Ada nada marah di wajah
mereka, juga dendam. Pemilu 1992 memang masih sekedar sandiwara,
tak perduli dukungan sebesar apapun sudah jelas Golkar
menang mutlak. Dan pawai kampanye jadi salah satu ajang
pelampiasan kekesalan, seperti terlihat dari iringan massa
PPP.
Selengkapnya
esei Menulis
di Internet
Harry
Suryadi
Menulis untuk
media Internet berbeda dengan menulis untuk media cetak. Perilaku
pengguna Internet saat menjelajah Web sangat mempengaruhi cara
penulis menyajikan content untuk media Internet. Penelitian perilaku
pembaca situs berita di Internet yang dilakukan oleh para ahli
dari Stanford University dan The Poynter Institute, yang hasilnya
tidak jauh berbeda dari penelitian serupa yang dilakukan oleh
Jakob Nielsen, menyimpulkan pembaca media Internet (atau pengguna
Internet) adalah seperti ini.
Selengkapnya
laporan New
York Attitude di Times Square
Ningrum
Sirait
Ada
yang yakin peralihan milenium sebenarnya jatuh tanggal 31
Desember 2000 ke tanggal 1 Januari 2001, jadi bukan peryaaan
meriah yang sudah berlangsung setahun sebelumnya. Tapi siapa
yang peduli. Tahun baru, di tahun yang manapun, hanyalah
salah satu alasan universal yang dipakai di seluruh pelosok
dunia oleh segala jenis orang untuk berpesta; di Bundaran
HI Jakarta, di Lapangan Merdeka Medan, maupun di Time Square
New York. Dan aku berdiri diantara berjuta umat yang menunggu
jatuhnya bola kristal dari puncak Times Square.
Selengkapnya
novel Dokter
Zhivago 2
Boris
Pasternak (alih bahasa Trisno Sumardjo)
disalin
sesuai aslinya dari terbitan Djambatan, Maret 1960, dengan
penulisan ejaan baru oris
Pasternak
Waktu
ibunya masih hidup, Yura tak tahu bahwa ayahnya telah
lama meninggalkan mereka dengan main perempuan dan minum-minum
di Siberia dan luar negeri, pun bahwa ia telah melarutkan
kekayaan keluarganya ke segenap penjuru angin. Ia selalu
mendengar bahwa ayahnya jauh bekerja di Petersburg atau
di salah satu pasar malam besar, biasanya di Irbit.
Ketika
ibunya yang tak pernah kuat itu mulai kurus kering, iapun
bepergian ke Perancis Selatan dan Italia Utara untuk
berobat. Yura dua kali kut dengannya. Ia sering diserahkan
pada orang-orang yang tak dikenalnya, sering berganti
pengasuh. Ia menjadi biasa dengan segala perobahan ini,
maka dengan latar belakang belang belonteng ini, dilingkungi
ketidak-tentuan yang terus-menerus, iapun tak heran akan
ketidak-hadiran ayahnya."
Selengkapnya
situs
nir-laba untuk karya
tulis
ceritanet
kirim
tulisan
©listonpsiregar2000
|