sampul | cerpen | sajak | novel | esei | laporan | memoar | terbitan | komentar

edisi 2, Senin 15 Januari 2001

ceritanet
situs nir-laba untuk karya tulis

esei Menulis di Internet
Harry Suryadi

Menulis untuk media Internet berbeda dengan menulis untuk media cetak. Perilaku pengguna Internet saat menjelajah Web sangat mempengaruhi cara penulis menyajikan content untuk media Internet. Penelitian perilaku pembaca situs berita di Internet yang dilakukan oleh para ahli dari Stanford University dan The Poynter Institute, yang hasilnya tidak jauh berbeda dari penelitian serupa yang dilakukan oleh Jakob Nielsen, menyimpulkan pembaca media Internet --atau pengguna Internet-- adalah seperti ini

-. Pertama kali melihat teks (78 persen), bukan foto atau grafik. Atau secara umum, pengguna Internet pertama kali tertarik pada judul, ringkasan tulisan atau caption.

-. Tidak membaca kata per kata, tetapi lebih banyak menscan (79 persen, hanya 16 persen yang membaca kata-per-kata) tampilan situs terutama kata-kata yang di-highlight, jenis huruf berbeda, penyajian dengan bullet (seperti tulisan ini).

-. Lebih menyukai judul yang straightforward dibandingkan judul yang lucu atau cantik.

-. Membaca ringkasan atau tulisan yang pendek bukan yang panjang karena membaca di komputer 25 persen lebih lambat dibandingkan membaca media cetak.

-. Tidak berlama-lama di satu situs. Pengguna Internet tidak sabaran. Pengguna Internet memiliki wewenang penuh untuk pindah atau tetap di satu situs. Kunjungan selama 10 menit sudah termasuk lama. Itulah sejumlah pedoman ketika ingin menulis untuk media Internet (disarikan dari artikel karangan Jacob Nielsen -1, 2, 3, 4 - dan bukunya yang berjudul Design Web Usability, artikel Wendy Boulding, dan artikel lainnya).

-. Buatlah judul yang simple dan straightforward. Ingat judul seperti tanda lalu lintas yang akan mengarahkan pengunjung.

-. Jangan menggunakan kalimat-kalimat marketing yang kosong dan tidak diinginkan pembaca.

-. Buat tulisan yang membantu pembaca men-scan --scannable--, misalnya dengan subjudul, highlight kata-kata penting dengan warna yang berbeda, cetak tebal, jenis huruf, ukuran huruf, hypertext/hyperlink.

-. Sebaiknya tulisan pendek tapi concise. Paling tidak jumlah kata tulisan media online paling banyak 50 persen dari tulisan umumnya di media cetak. Satu alinea idealnya hanya terdiri dari 65 karakter.

-. Jika perlu uraian yang panjang, harus dipecah-pecah menjadi beberapa judul tulisan, yang tersambung melalui multiple hyperlink. Selain itu pembaca tidak suka tulisan yang panjang dan harus meng-scroll jauh ke bawah.

-. Tulisan dengan gaya 'news you can use' membantu pembaca mencari informasi yang mereka inginkan dengan lebih cepat.

-. Gunakan tabel atau point/angka urut ke bawah (seperti contoh tulisan ini). Pembaca lebih mudah dan lebih nyaman membaca uraian berurut ke bawah daripada membaca alinea yang panjang.

-. Sebisa mungkin menerapkan prinsip piramida terbalik --yang penting di atas, uraian selanjutnya. Cara penulisan piramida terbalik membantu pembaca mendapatkan informasi yang penting segera tanpa harus membaca sampai selesai.

Dan akhirnya menulis --di media manapun-- tetap saja menulis, jadi tetap pulalah berpegang pada pedoman penulisan standard.
***

ceritanet
situs nir-laba untuk karya tulis

kirim tulisan
©listonpsiregar2000