ceritanet
situs nir-laba untuk karya tulis
edisi 29, Jumat 7 Desember 2001
___________________________________


novel
Pangeran Jawa Atawa Jagger Melayu
Bramantyo Prijosusilo


Setelah makan malam makanan tradisional Inggris, fish 'n chips 'n mushy peas, Keith meracik selinting hashish lagi, menghabiskannya dengan Jagger di jendela, lalu berpamitan karena dia harus bekerja pagi-pagi esok harinya. Sanca kecil, girang saja rasa hatinya, dan ingin bercanda terus, tak mau tidur. Elaine dan Keith juga masih merasakan pengaruh dari terbang melintas begitu banyak batas waktu geografis, dan sulit merasa ngantuk, meskipun letih dan melayang-layang.

Setelah Elaine dan Jagger mandi bertiga dengan Sanca, keluarga itu mengenakan pakaian tidur dan menggeletak di atas ranjang tua, yang terbuat dari perunggu dan berkasur pegas. Sanca deras menetek lalu lelap tertidur. Elaine dan Jagger terlentang dan berpegangan tangan. Lama mereka berbicara dalam bisik-bisik mesra, hingga akhirnya, ketika kantuk datang menjanjikan kelegaan, peristiwa sore tadi di bandara terkenang kembali di benak Jagger. Diapun bertanya;

"Elaine, what is hampton?"
"Hampton? Hampton Court is the old palace, before Buckingham Palace. We'll go there some time, it has beautiful gardens!"
"Oh"
"There is also another use of hampton, in rhyming Cockney slang, hampton-wick, means prick."

Agar lebih jelas, Elaine mengulurkan tangannya meraba ke dalam kolor Jagger dan mengelus-elus penisnya.

"This is your hampton-wick, my sweet!" Nafas Elaine membisik hangat di kuping dan leher Jagger.

Penis Jagger menegang dan Elaine memelorotkan celananya.

"This is my hampton" kata Elaine, sambil duduk di ranjang dan merunduk memasukkan kemaluan Jagger yang telah keras ereksi ke dalam mulutnya. Namun, pikiran Jagger terganggu lagi oleh ingatan akan peristiwa di bandara saat di periksa perempuan galak di kamar rontgen itu. Ketika dengan kecut Jagger menyadari bahwa memang benar, dia tadi dilecehkan secara seksual dan dipermainkan. Hilanglah gairahnya, dan ereksinyapun mengendur. Aku diperkosa!

Elaine, yang semula bersemangat menghisap-hisap penis suaminya, terkejut ketika tiba-tiba barang keras di mulutnya mengendur dan melemas.

"What is wrong, my love?"
"Nothing, Elaine. I'm just very tired...." Jawab Jagger dengan lesu.

Elaine mengerti, pasti Jagger letih sekali. Mungkin juga terkejut badan terkena jet-lag. Dengan sayang, dikecupnya penis Jagger yang lemes itu. Dengan mesra, dibetulkan celananya. Kemudian Elaine menggenggam tangan suaminya sambil terlentang. Menenangkan birahinya sendiri Elaine berfikir, introspeksi. Jagger, teraduk perasaannya, malu karena mendadak impoten. Dia tak bergerak sampai kantuk merenggut kesadarannya yang terlena dijemput mimpi yang meresahkan.

Di dalam mimpinya, dia membeli ganja kepada seorang berkulit hitam berperawakan kecil dan berwajah musang, runcing dengan garis mata licik dan kumis tipis panjang. Penjual ganja itu berbicara dengan cepat tetapi Jagger tak paham artinya. Logat bicaranya seperti kaset Bob Marley pentas live. Yang Jagger tangkap, dia tidak mau menunjukkan ganjanya, tapi memaksa meminta uang.

"Give me ya money, now! Give ya money, now! Trust me, I say!"

Jagger mengalah, memberikan uangnya, lalu orang itu malahan menjelma menjadi perempuan yang memperkosanya di bandara Heathrow siang hari tadi. Kini dia berseragam polisi. Dia mengacungkan pistol besar, dan dengan nada sinis, berkata .......

Mimpi itupun berlalu tanpa menyelesaikan ceritanya.

Elaine bangun, turun dari ranjang dan pergi mematikan heater serta mematikan semua lampu kecuali lampu tidur kecil yang bercahaja hijau di dinding kamar tidurnya. Ketika ia mau naik ke ranjang lagi, dia melihat butir-butir keringat di jidat Jagger. Dia menarik ujung T-Shirt longgar yang digunakan untuk tidur, dan menyeka keringat di dahi suaminya itu dengan lembut. Itu membuat Jagger terbangun.

"What happened?"
"We left the heating on, it's roasting in here"
"Roasting?"
"It is too hot. I turned off the heater.
"Sleep now?"
"Yes darling, nighty-night"

Elaine berbaring, dan Jagger, masih di dalam pengaruh hashish yang dihisapnya, tidur lagi. Lupa pada mimpi buruknya.
***
bersambung
draft novel Pangeran Jawa Atawa Jagger Melayu menerima usul, saran dan kecaman ke Bramantyo Prijosusilo

ceritanet©listonpsiregar2000