ceritanet situs karya tulis - edisi 299, april 2020                                           Facebook    Twittwr    Instagram
 sampul     sajak      laporan     cerpen    novel      memoar     catatan      foto     edisi lalu     kirim tulisan     tentang ceritanet      mailing list

sajak Ode Untuk Pak D
_D Zawawi Imron
Firmansyah Evangelia

Subhanallah, begitu dahsyat dawuhmu
Sungai darah yang semula keruh di tubuhku
Perlahan bening atau bahkan jernih malam ini
Sebab, tabah dan sabar
Adalah jalan tunggal berjumpa sadar, :katamu

Pak.D, laut-laut tubuhku menangis
Mengiris sinis busung dadaku yang meronta
Mengekalkan busur mata paling adil
Pada segenap harap langit mengundang awan-awan
Hingga, jalang hitam tak mamapu lagi merintis pandang
Sebab, isyarat matamu
Pasrah menenun puisi-puisi panjangku yang rancu
Juga menyucikan serak buku-buku
Berabad silam mengkarat di tubuh-tubuh lemariku yang bongkar

Maka, lelah kutangkas dengan keras
Sebab, darah-darah majasku
Masihlah tenggelam di garis-garis tanganmu yang abadi

Pak.D, tahun ini
Ceracau diksi-diksiku hendak mekar dan mengakar
Memagari sunyi pada ruang-ruang renung paling sepi
Mencekam ringgis tangis derai-derai bola mataku
Mendiami gurun sahara di belantara hutan fikir
Lalu, aku kembali sempurna mengukir kisah-kisah jeram asaku di ruas takdir

Lantas, dengan legam suara-suara di ujung subuh
Kerap aku taat pada senandung adzan
Di bukit-bukit tempatku mengembara
Menyempurnakan rumah puisi
Pada lemabar-lembar ikthiar
Juga rentang bayang-bayangku yang membara

Pak.D, ikhlaskah kau mengajari
Tentang rahasia melahirkan ruh sejati pada baris-baris puisi?

  Annuqayah, 2020

Gerutu Orang-orang Kampung
Firmansyah Evangelia

Orang-orang kampung menggerutu
Memahami resah dari kesaksian tangis ladang-ladang dan tumbuhan
Mengiris kematian serak tulang-tulang mimpi
Hingga dengan pasrah, ia kembali menerobos gigil pagi di pangkuan matahari

Sejenak, tajam pacul-pacul menghantam tanah
Letih mengubur harap perih pada panjang musim yang makin renta
Mendiami susup khayal bangkit di jurang otak
Menenggelamkan getar dada
Pada saban kantuk bayang-bayang yang kian rentang

Maka, adalah tunas sengsara
Kerap kali kupiara di punggung waktu
Sebab, mozaik takdir di kelam diri
Tak kuasa kutangkas di ruas-ruas hari

Annuqayah, 2020

Kesyahduan Ayat-Ayat Pagi
Firmansyah Evangelia

Pagi-pagi, lantunan ayat-ayat suci menggema begitu syahdu
Mengkaramkan debar dada
Juga menerjemahkan harap panjang di jantung matahari

Pagi-pagi, orang-orang kembali merapikan waktu
Berangkat dengan bening ikhlas di ceruk matanya
Sembari jari tangannya meredam seberkas upah
Sekedar bekal untuk ceracau perutnya yang membusung
Hingga dari pancar jiwanya
Mengelupas pula silau ilmu-ilmu dari tangan Tuhan

Kali ini, adalah sekelumit cemas masihlah pasrah ku hias
Sebab, cara mengubur penat juga nazar kantuk di curam mata
Ialah uji berat bagi nanar nafasku saban hari

Annuqayah, 2020

 

Tulisan lain

Tentang Yang Tidak Pernah Ada - Victoria Tokareva 3 (Dr. Victor A. Pogadaev)

205 Tahun letusan Tambora - Ibnu Dpu

Nama dan Pertanda - Sitor Situmorang

Sevenoak

Virus Corona, Semangat Kampung, London Pinggiran - Liston P Siregar

Tentang Yang Tidak Pernah Ada - Victoria Tokareva 2 (Dr. Victor A. Pogadaev)

Tuktuk Siadong-Tomok - Sitor Situmorang

vevey

Tentang Yang Tidak Pernah Ada - Victoria Tokareva 1 (Dr. Victor A Pogadaev)

Kapal Sendal - Edwin Anugerah Perdana

Balige - Sitor Situmorang

Bristol

Pelangi Sore Hari di Siguragura Asahan - Sitor Situmorang

Pro-demokrasi? Jangan Pilih Anak dan Mantu Presiden Jokowi - Liston P Siregar

Devon

 

Mau Salam Menyalam, Malah Rempong - Liston P Siregar

Kristus di Danau- Sitor Situmorang

Skotlandia

Rekonsiliasi Jokowi-Prabowo atau Koalisi Cebong-Kampret? - Liston P Siregar

Tamasya Danau Toba - Sitor Situmorang

Loch Ness

Topografi Danau Toba - Sitor Situmorang

Hikayat Welfie di WA Grup - Liston P Siregar

Cornwall

Setelah Putusan MK: Jokowi Tanpa Politik Dagang Sapi? - Liston P Siregar

Danau Toba - Sitor Situmorang

Inverness

Islam untuk Politik atau Politik untuk Islam ("Enakan Jamanku Toh") - Liston P Siregar

Chairil Anwar Kita - Sapardi Djoko Damono

Lincoln

                                                                                                                                        ©listonpsiregar2000