ceritanet
situs nir-laba untuk karya tulis
edisi 28, Selasa 27 November 2001
___________________________________

novel Dokter Zhivago 28
Boris Pasternak (alih bahasa Trisno Sumardjo)
Disalin sesuai aslinya dari terbitan Djambatan, Maret 1960 dengan penulisan ejaan baru.

Lara tinggal tiga tahun pada keluarga Kologrivov, aman seperti dalam benteng. Tak seorangpun mengganggunya, bahkan ibu serta saudaranya yang menjadi asing terhadapnya, menjauhkan diri dari padanya.

Kologrivov adalah usahawan gaya baru yang utama, Ia memandang rendah serta membenci kelas yang sedang merosot itu dengan dendam berganda, baik sebagai orang yang cukup kaya untuk mengatasi kas negara, maupun sebagai orang yang dari kedudukan rendah telah naik ke ketinggian yang ternilai ini. Ia melindungi kaum penjahat politik di rumahnya dan menyewa pengacara untuk membela mereka; sampai-sampai orang berkelakar tentang dia dengan mengatakan bahwa ia sangat bersemangat untuk menyokong revolusi serta mebuar-buarkan kekayannya, hingga diongkosinya pemogokan-pemogokan di pabriknya sendiri. Sebagai penembak ulung yang suka menggunakan senapan, pada hari-hari Minggu dalam musim dingin 1905 ia berdiam di hutan-hutan di daerah Serebryanny, dengan memberi latihan menembak pada kaum pemberontak.

Istrinya, Serafima, dengan caranya sendiri merupakan kepribadian yang juga luar biasa seperti suaminya. Lara sangat sayang pada kedua-duanya dan seisi rumah menaruh hati padanya.

Setelah tiga tahun hidup tanpa gangguan ini ia dikunjungi kakaknya Rodya yang hendak membicarakan sesuatu. Secara dibikin-bikin ia berajun atas kaki panjangnya ke depan dan ke belakang, sedangkan untuk menambah dramatiknya ia pun bicara sengau. Ia menuturkan bahwa kadet-kadet tahun ini mengumpulanm uang untuk hadiah perpusahan bagi Direktur Akademi lalu mengandalkan pada dia supaya memilih dan membeli pemberian uang itu. Uang ini diperjudikannya dua hari lalu sampai kopek terkahir. Habis bicara, iapun terperonyok ke kursi dan menangis.

Lara termangu-mangu karena terperanjat. Antara isak-isaknya, Rodya meneruskan :

"Kemarin malam aku ketemu Viktor Ippolitovich. Ia tak mau bicara tentang itu dengan aku tapi katanya asal kau minta dia... Katanya, meskipun tak kausukai lagi kami semua, namun kau masih berkuasa besar atasnya... Lara sayang... Sepatah kata dari kau sudah cukup... Kau insaf apa artinya bagiku, alangkah memalukan, menodai kehormatanku sebagai kadet. Datanglah padanya, apa susahnya untuk kau... Jangan kau suruh aku mengorbankan hidupku untuk menutupi maluku."

"Hidupmu...kehormatanmu sebagai kadet." Dengan marah, Lara mondar-mandir dalam kamar

"Aku bukan kadet. Aku tak punya kehormatan. Kau boleh berbuat denganku sesuka-sukamu. Masuk akalmukah apa yang kau minta? Kau paham apa yang dia suruh kau buat? Tahun demi tahun aku membanting-tulang dan sekarang kau datang dan duduk dan tak perduli kalau segala yang kau bina terbaur-baur ke segenap penjuru angin. Nyahlah ke neraka. Silahkan, tembak dirimu. Apa urusanku? Berapa yang kau butuhkan?"

"Enam ratus rubel kira-kira. Tujuh ratus dengan angka bulat," tambahnya setengah bimbang sebentar.

"Rodya! Kau gila! Kau sadar apa yang kau katakan itu? Kau perjudikan tujuh ratus rubel! Kau tahu berapa lamanya orang biasa seperti aku ini bekerja untuk mengumpul sebanyak itu dengan halal?"

Ia berhenti dan setelah diam sejurus berkatalah ia dengan dingin, seperti pada orang tak dikenal :

"Baiklah. Kucoba. Datanglah besok. Dan bawa pistolmu, yang hendak kau pakai untuk bunuh diri itu. Serahkan padaku. Beserta cukup banyak peluru, jangan lupa!"

Uang didapatnya dari Kologrivov.
***

ceritanet
kirim tulisan
©listonpsiregar2000