ceritanet
situs nir-laba untuk karya tulis
edisi 27, Kamis 15 November 2001
___________________________________

esei Reformasi atau Status Quo
Maria Pakpahan

Berbagai aksi di tanah air yg terjadi dalam berbagai level di dalam beberapa waktu terakhir ini kini memasuki periode frontal. Tulisan ini bisa berkesan eratic atau tidak menentu karena mau bicara banyak mengenai hal yang begitu kompleks. Sifatnya yang lebih berupa opini memberikan keleluasaan untuk jadi sepotong-potong dalam point-pointnya. Pertama,, pemerintahan Megawati dihadapkan dengan first wave sehubungan dengan politik luar negeri Indonesia yang berpedoman pada politik luar negri bebas aktif, demikian sering didengung-dengungkan. Di tingkat regional sendiri , di kalangan ASEAN sudah ada ajakan dari Philipina untuk bekerja sama dalam menghadapi dan menumpas terorisme. Bahkan di kalangan kerjasama ekonomi regional Pacific Rim, seperti APEC, terorisme pun tidak bisa luput dari agenda.
selengkapnya

laporan Sound of Music Ala London
Lenah Susianty
Suatu Jumat malam. Sekelompok biarawati berkumpul di depan bioskop Prince Charles di daerah tempat pertunjukan terkenal London, West End. Para biarawati tertawa terbahak-bahak, ngobrol berteriak-teriak dan bahkan banyak yang minum bir langsung dari botol. Beberapa dari mereka juga tidak ragu-ragu menggaruk-garuk kaki, mengangkat rok tinggi-tinggi. Puncaknya, ada yang berkumis. Tapi ini sekaligus titik balik, ternyata mereka memang bukan biarawati, tetapi orang-orang yang ingin menonton film keluaran tahun 1965 Sound Of Music, yang kini dijadikan film karaoke.
selengkapnya                                                                                                                                                       penulis edisi 27


novel Pangeran Jawa Atawa Jagger Melayu
Bramantyo Prijosusilo
Di dalam kafe, udara terasa hangat lagi. Meja-meja kecil dikerubuti para pelangan yang duduk sambil berbincang-bincang. Sepintas, terlihat bahwa mereka terdiri dari berbagai ras, berbagai bangsa. Ada yang berwajah Arab, ada yang berkulit hitam, ada yang Cina, ada yang bule, ada yang berperawakan kecil ada yang besar, pria dan wanita. Sanca rupanya satu-satunya bayi di dalam kafe itu. Udara hangat di café itu sesak dengan asap rokok. Jagger mengendus-endus, mengharapkan ada bau ganja di situ, namun tidak ada. Beberapa orang berdiri memberi tempat duduk kepada Elaine dan Sanca, dan Keith segera memesan tiga cangkir kopi dan satu piring kecil berisi beberapa potong kue di kounter yang sesak dikelilingi orang-orang yang berdiri. Jadi beginilah kafe di London, pikir Jagger.
selengkapnya

 

ceritanet©listonpsiregar2000

novel Dokter Zhivago 27
Boris Pasternak (alih bahasa Trisno Sumardjo)
Disalin sesuai aslinya dari terbitan Djambatan, Maret 1960 dengan penulisan ejaan baru.
Menjelang musim semi 1906, sebelum Lara mencapai kelas tertinggi di sekolahnya, hubungannya yang enam bulan dengan Komarovsky telah memburunya sampai ke ujung batas tenaganya. Dia pandai menggunakan kesulitannya dan bila dianggapnya perlu, ia ingatkan dia pada kehormatannya yang ternoda itu, dengan cara seolah tak ada dibuatnya begitu. Sindiran-sindiran begitu membawanya dalam keadaan bingung; justru itulah yang diperlukan seorang buaya untuk menjatuhkan perempuan serta membuatnya tak berdaya guna melawan hantu keganasan yang menakutkan dia, tiap kali ia menyadarkan diri kembali. Dunia kontradiksi tak sehat yang dihuninya waktu malam itu tak dapat diuraikan, tak beda dengan magi hitam. Di situ segala hal menjadi terbalik dan bertentangan dengan logika; nyeri yang menyengat dinyatakan oleh gelak ketawa yang berdenting bagai perak; perlawanan dan penolakan berarti setuju dan ciuman yang berhutang budi menaburkan diri ke tangan si penyiksa.
selengkapnya