ceritanet
situs nir-laba untuk karya tulis
edisi 27, Kamis 15 November 2001
___________________________________

laporan
Sound of Music Ala London
Lenah Susianty

Suatu Jumat malam. Sekelompok biarawati berkumpul di depan bioskop Prince Charles di daerah tempat pertunjukan terkenal London, West End. Para biarawati tertawa terbahak-bahak, ngobrol berteriak-teriak dan bahkan banyak yang minum bir langsung dari botol. Beberapa dari mereka juga tidak ragu-ragu menggaruk-garuk kaki, mengangkat rok tinggi-tinggi. Puncaknya, ada yang berkumis. Tapi ini sekaligus titik balik, ternyata mereka memang bukan biarawati, tetapi orang-orang yang ingin menonton film keluaran tahun 1965 Sound Of Music, yang kini dijadikan film karaoke.

Sejak diedarkan lebih dari 30 tahun lalu --film yang berdasarkan buku Baroness von Trapp tentang kehidupan keluarganya di Austria ketika Nazi mulai menduduki negara itu-- sudah menjadi film klasik. Kopi barunya selalu beredar, dan sekarang pun disebarkan dalam bentuk DVD, sehingga film ini kelihatannya tidak hanya menjadi tontonan orang tua, tetapi juga menyeberang dari satu generasi ke generasi lain. Dari orang dewasa sampai anak-anak.

Tema ceritanya penuh impian ; dari calon biarawati menjadi istri seorang kapten. Juga ada kisah cinta, baik antara lelaki dan perempuan maupun ibu dan anak, juga sekaligus menumpas citra mengenai ibu tiri. Yang lainnya adalah keceriaan masa anak-anak serta resep lama yang baik melawan buruk, plus setting universal --melawan kekejaman Nazi. Resep itulah yang membuat film ini banyak disukai dan bisa diterima banyak kalangan. Akibatnya, film yang membuat tenar aktris Inggris Julie Andrews ini bisa dikatakan telah menjadi film cult. Ketika film ini diputar di London dalam bentuk film karaoke, orang banyak pun ingin menyaksikan dan menikmati lagu-lagu dari film itu yang sudah banyak dikenal dan dihafalkan penggemarnya.

Tapi menonton Sound of Music dalam bentuk karaoke bukan cuma menonton sambil bernyanyi, tapi juga membuat suasana bioskop seperti pesta. Dari pakaian yang dikenakan penonton yang mengingatkan pada pesta topeng atau karnaval, karena ada yang berpakaian seperti biarawati, ada yang memakai semacam pakaian tradisional Austria, ada yang mengenakan baju yang dibuat dari kain gorden (menyontek salah satu adegan di film itu), sampai pada musik dari film ini yang juga diperdengarkan di bar bioskop sehingga orang-orang yang menunggu film diputar bisa berlatih memanaskan kerongkongan dengan bernyanyi kencang-kencang.

Dan ketika penonton sudah memasuki ruangan pertunjukan, hadiah pun dibagi-bagikan kepada mereka yang datang mengenakan pakaian yang bertemakan Sound of Music yang terbaik. Kepada penonton lain, diberikan kantung-kantung plastik yang berisikan antara lain potongan kain gorden yang harus diacung-acungkan pada saat Maria --bagi yang bukan penggemar, Maria adalah karakter yang dimainkan Julie Andrews-- membuat baju bermain dari gorden kamarnya untuk tujuh orang anak Kapten Von Trapp yang diasuhnya.

Ada pula bunga edelweis plastik yang harus dilambai-lambaikan ketika Kapten Von Trapp mennyanyikan lagu Edelweis bersama anak gadisnya. Sebelum film dimulai, penuntun acara malam juga menitahkan penonton untuk meneriakkan 'uuuuh' jika ada adegan menampilkan para pendukung Nazi, atau 'ahhhhh' ketika Kapten Von Trapp mencium Maria, pengasuh anaknya yang calon biarawati, untuk pertama kalinya.

Sejak film dimulai sampai berakhir penonton bisa ikut menyanyikan semua lagu di film itu kencang-kencang. Jika tidak hafal liriknya, penonton bisa membaca lirik lagu yang dituliskan di layar mengikuti alur cerita. Suasana bioskop di Inggris yang biasanya sopan santun dan kaku sama sekali tak ada. Penonton yang saling tidak kenal bisa mengobrol dengan tetangga sebelahnya dengan santai. Tak ada yang malu-malu menggerak-gerakan tangan atau bergoyang sambil menyanyikan lagu-lagu di film ini.

Ketika 'uuuh' dan 'ahhh' dikeluarkan dan semua pernik-pernik diacung-acungkan, suasana bioskop makin gaduh dan penuh gelak tawa. Memang harga tiket 12 poundsterling (sekitar 180,000 rupiah) lebih mahal dari tiket film biasa, tetapi Sound of Music di Prince Theatre London bukan cuma menonton film.

Ketika film usai, banyak penonton banyak yang masih terteror kecil dan berjalan pulang sambil menggumankan "I am sixteen going on seventeen …" atau "Doe, a deer, a female deer,…".
***

ceritanet
kirim tulisan
©listonpsiregar2000