sajak Puncak
Chairil Anwar

Pondering, pondering on you, dear...

Minggu pagi di sini. Kederasan ramai kota yang
        terbawa
tambah penjoal dalam diri -diputar
        atau memutar-
terasa tertekan; kita berbaring bulat telanjang
Sehabis apa terucap di kelam tadi, kita habis kata
        sekarang
Berada 2000 m, jauh dari muka laut, silang siur
        pelabuhan
jadi terserah pada perbandingan dengan
cemara bersih hijau, kali yang bersih hijau

Maka cintaku sayang, kucoba menjabat tanganmu
mendekap wajahmu yang asing, meraih bibirmu di
        balik rupa
Kau terlompat dari ranjang, lari ke tingkap yang masih mengandung kabut, dan kau lihat di sana
        bahwa antara
cemara bersih hijau dan kali gungung bersih hijau
mengembang juga tanya dulu, tanya lama, tanya.

1948

Prajurit Jaga Malam

pro Bahar + Rivai

Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu
Pemuda-pemuda yang lincah, yang tua-tua keras,
        bermata tajam
Mimpinya kemerdekaan bintang-bintangnya
  kepastian
ada di sisiku sekala kau menjaga daerah yang mati
ini

Aku suka pada mereka yang berani hidup
Aku suka pada mereka yang masuk menemu malam
Malam yang berwangi mimpi, berlucut debu...
Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu

1948

Tulisan lain

Jangan REPLY ALL!! - Liston P Siregar

Lucerne

Saya Sie Yoe Lien, Dan Ini Bukan Fitnah - Linawati Sidarta

Persetujuan Dengan Bung Karno - Chairil Anwar

Kent

Robert Mugabe dan Setya Novanto, beda-beda mirip - Liston P Siregar

Malam Di Pegunungan - Chairil Anwar

St Agnes

Mereka-reka Pemerintahan Jokowi Mendatang, Kesabaran Masyarakat Sipil Masih Perlu - Liston P Siregar

Sorga - Chairil Anwar

Labuhan Bajo

Pemberian Tahu - Chairil Anwar

Dartmoor

Mengibarkan Bendera Merah Putih - Sekelompok warga Indonesia

Ini (Jalanan) Medan Bung - Liston P Siregar

Dari Dia - Chairil Anwar

Medan

Lanjutan kelicinan puluhan tahun Setya Novanto - Liston P Siregar

'Betina'-nya Affandi - Chairil Anwar

Teheran Dalam Stoples 38 - Aminatul Faizah

©listonpsiregar2000