ceritanet situs karya tulis - edisi 277, 22 november 2017                                             Facebook    Twittwr    Instagram
 sampul     sajak      laporan     cerpen    novel      memoar     catatan      foto     edisi lalu     kirim tulisan     tentang ceritanet      mailing list

sajak Malam Di Pegunungan
Chairil Anwar

Aku berpikir: Bulan inikah yang membikin dingin,
Jadi pucat rumah dan kaku pohonan?

Sekali ini aku terlalu sangat dapat jawab kepingin:
Eh, ada bocah cilik main kejaran dengan bayangan!

***
1947

Tuti Artic
Antara bahagia sekarang dan nanti jurang ternganga,
Adikku yang lagi keenakan menjilat es arctic
Sori ini kau cintaku, kuhiasi dengan susu + coca cola
Istriku dalam latihan: kita hentikan jam berdetik

Kau pintas benar bercium, ada goresan tinggal terasa
- ketika kita bersepeda kuantar kau pulang -
Panas darahmu, sungguh lekas kau jadi dara,
Mimpi tua bangka ke langit lagi menjulan.

Pilihanmu saban hari menjemput, saban kali bertukar
Besok kita berselisih jalan, tidak kenal tahu:
Sorga hanya permainan sebentar

Aku juga seperti kau, semua lekas berlalu
Aku dan Tuti + Greet + Amoi... hati sebentar
Cinta adalah bahaya yang lekas jadi pudar
***
1947

Tulisan lain

Robert Mugabe dan Setya Novanto, beda-beda mirip - Liston P Siregar

St Agnes

Mereka-reka Pemerintahan Jokowi Mendatang, Kesabaran Masyarakat Sipil Masih Perlu - Liston P Siregar

Sorga - Chairil Anwar

Labuhan Bajo

Pemberian Tahu - Chairil Anwar

Dartmoor

Mengibarkan Bendera Merah Putih - Sekelompok warga Indonesia

Ini (Jalanan) Medan Bung - Liston P Siregar

Dari Dia - Chairil Anwar

Medan

Lanjutan kelicinan puluhan tahun Setya Novanto - Liston P Siregar

'Betina'-nya Affandi - Chairil Anwar

Teheran Dalam Stoples 38 - Aminatul Faizah

Herne Bay

©listonpsiregar2000