sajak Malam Di Pegunungan
Chairil Anwar

Aku berpikir: Bulan inikah yang membikin dingin,
Jadi pucat rumah dan kaku pohonan?

Sekali ini aku terlalu sangat dapat jawab kepingin:
Eh, ada bocah cilik main kejaran dengan bayangan!

***
1947

Tuti Artic
Antara bahagia sekarang dan nanti jurang ternganga,
Adikku yang lagi keenakan menjilat es arctic
Sori ini kau cintaku, kuhiasi dengan susu + coca cola
Istriku dalam latihan: kita hentikan jam berdetik

Kau pintas benar bercium, ada goresan tinggal terasa
- ketika kita bersepeda kuantar kau pulang -
Panas darahmu, sungguh lekas kau jadi dara,
Mimpi tua bangka ke langit lagi menjulan.

Pilihanmu saban hari menjemput, saban kali bertukar
Besok kita berselisih jalan, tidak kenal tahu:
Sorga hanya permainan sebentar

Aku juga seperti kau, semua lekas berlalu
Aku dan Tuti + Greet + Amoi... hati sebentar
Cinta adalah bahaya yang lekas jadi pudar
***
1947

Tulisan lain

Robert Mugabe dan Setya Novanto, beda-beda mirip - Liston P Siregar

St Agnes

Mereka-reka Pemerintahan Jokowi Mendatang, Kesabaran Masyarakat Sipil Masih Perlu - Liston P Siregar

Sorga - Chairil Anwar

Labuhan Bajo

Pemberian Tahu - Chairil Anwar

Dartmoor

Mengibarkan Bendera Merah Putih - Sekelompok warga Indonesia

Ini (Jalanan) Medan Bung - Liston P Siregar

Dari Dia - Chairil Anwar

Medan

Lanjutan kelicinan puluhan tahun Setya Novanto - Liston P Siregar

'Betina'-nya Affandi - Chairil Anwar

Teheran Dalam Stoples 38 - Aminatul Faizah

Herne Bay

©listonpsiregar2000