sampul
 seri jurnalistik
 sajak

 laporan
 cerpen

 novel
 memoar

 catatan
 foto

 edisi lalu
 kirim tulisan

 tentang ceritanet
 ikut
mailing list

Twittwr   Facebook   


ceritanet              situs karya tulis - edisi 265, 14 november 2016

Tulisan lain

G3 WA 2 (Gara-gara Grup WhatsApp) - Liston P Siregar

Isa, Kepada Nasrani Sejati - Chairil Anwar

Teheran Dalam Stoples 30 - Aminatul Faizah

Greenwich

G3 WA 1 (Gara-gara Grup WhatsApp) - Liston P Siregar

Sepatu Linda dan Seorang Murid - Arifah Nugraheni

Jangan Kita Di Sini Berhenti - Chairil Anwar

Teheran Dalam Stoples 29 - Aminatul Faizah

Tilbury

Membara - Arifah Nugraheni

Dari Kehidupan Para Jutawan 12 - Victoria Tokareva, Penerjemah: Victor Pogadae

Merdeka - Chairil Anwar

Teheran Dalam Stoples 28 - Aminatul Faizah

Berlin

Apa Cita-citamu Nak? - Arifah Nugraheni

Purnama Tak Bisa Memilih - Liston P Siregar

Mulutmu Mencubit di Mulutku - Chairil Anwar

Dari Kehidupan Para Jutawan 11 - Victoria Tokareva, Penerjemah: Victor Pogadae

Teheran Dalam Stoples 27 - Aminatul Faizah

Tangkahan

Ladu - Tosca Santoso

Surat dari Jawa: Menimbang Ladu - Wahyudi Nugroho

Dari Kehidupan Para Jutawan 10 - Victoria Tokareva, Penerjemah: Victor Pogadae

Selamat Tinggal - Chairil Anwar

Teheran Dalam Stoples 26 - Aminatul Faizah

Herne Bay

sajak Saat Petani
Jajang Kawentar

Petani penebar bibit buah
Petani penebar bibit Padi
Petani penebar bibit Palawija
Petani penebar bibit ikan

Petani penebar bibit cinta
Petani penebar bibit senyum
Petani penebar bibit duka
Petani penebar bibit suka

Petani penebar bibit kepalsuan
Petani penebar bibit kebencian
Petani penebar bibit perumahan
Petani penebar bibit kehancuran

Petani penebar bibit kekinian
Petani penebar bibit kekurangan
Petani penebar bibit kecurangan
Petani penebar bibit kelebihan

Petani penebar bibit kekayaan
Petani penebar bibit kemiskinan
Petani penebar bibit kebodohan
Petani penebar bibit kecerdasan
Petani penebar bibit bebet bobot

Gunung Gede, Oktober 2015

Menghadap Gunung

Menghadap gunung mulai melangkah
Wahai sahabatku hutan belantara sahabatku
Aku dalam pangkuanmu

Di hiruk-pikuk kepala sesak kebutuhan
Harga diri dalam kemasan berbaris di etalase-etalase
untuk menyambung nafsu hidup dalam gelimang puja-puji

Gaya hidup menjadi ruh, tubuh menuju ketiadaan
Ketiadaan kembali pada ketiadaan sendiri
Tetap tegap melangkah

Gunung Gede, Oktober 2016

ceritanet©listonpsiregar2000