sampul
 seri jurnalistik
 sajak

 laporan
 cerpen

 novel
 memoar

 catatan
 foto

 edisi lalu
 kirim tulisan

 tentang ceritanet
 ikut
mailing list

Twittwr   Facebook   


ceritanet              situs karya tulis - edisi 264, 15 oktober 2016

Tulisan lain

Membara - Arifah Nugraheni

Dari Kehidupan Para Jutawan 12 - Victoria Tokareva, Penerjemah: Victor Pogadae

Merdeka - Chairil Anwar

Teheran Dalam Stoples 28 - Aminatul Faizah

Berlin

Apa Cita-citamu Nak? - Arifah Nugraheni

Purnama Tak Bisa Memilih - Liston P Siregar

Mulutmu Mencubit di Mulutku - Chairil Anwar

Dari Kehidupan Para Jutawan 11 - Victoria Tokareva, Penerjemah: Victor Pogadae

Teheran Dalam Stoples 27 - Aminatul Faizah

Tangkahan

Ladu - Tosca Santoso

Surat dari Jawa: Menimbang Ladu - Wahyudi Nugroho

Dari Kehidupan Para Jutawan 10 - Victoria Tokareva, Penerjemah: Victor Pogadae

Selamat Tinggal - Chairil Anwar

Teheran Dalam Stoples 26 - Aminatul Faizah

Herne Bay

Selain lomba melucu, lomba foto makanan, good morning, good night, selamat hari Jumat atau Minggu, ucapan ulang tahun, undangan kawin, cerita kawan yang sakit –lengkap degan foto pasien yang sedang terkapar sambil memaksa senyum dengan selang infus di lengannya- rencana reuni, foto-foto copy darat, serta beraneka macam peringatan. G3 WA (Gara-gara Grup WhatsApp) - Liston P Siregar

Siang itu agak berbeda dengan biasanya. Linda masuk rumah tanpa salam, dia tidak berkata apa-apa. Sambil menenteng sepatu pantofel yangdikenakannya tadi pagi dia berjalan menuju ke samping rumah. Lalu dengan kuat dia lemparkan pantofel hitam miliknya itu ke tempat sampah. Sepatu Linda dan Seorang Murid - Arifah Nugraheni

Tilbury

Jangan kita di sini berhenti
Tuaknya tua, sedikit pula

Sedang kita mau berkendi-kendi
Terus, terus dulu....!!

Jangan Kita Di Sini Berhenti - Chairil Anwar

Akhirnya setelah enam tahun berlalu, hari perkenalan itu ada juga. Saat itu kami sedang menikmati sore hari di halaman. Adikku memanjat pohon jambu air dan aku menunggunya di bawah. Ibu sedang melihat acara televisi yang menayangkan betapa panasnya persaingan elit politik. Betapa kritisnya kejenuhan saat itu. Saat itu bulan Mei awal. Ibu selalu bilang kalau Indonesia akan mengalami yang namanya revolusi. Teheran Dalam Stoples - Aminatul Faizah

ceritanet©listonpsiregar2000