sampul
 seri jurnalistik
 sajak

 laporan
 cerpen

 novel
 memoar

 catatan
 foto

 edisi lalu
 kirim tulisan

 tentang ceritanet
 ikut
mailing list

Twittwr   Facebook   


ceritanet              situs karya tulis - edisi 260, 11 juni 2016

Tulisan lain

Detik Yang Memudarkan Cinta - Ani Mulyani

Ada Lelah Tanpa Upah - Arifah Nugraheni

Cerita - Chairil Anwar

Dari Kehidupan Para Jutawan 9 - Victoria Tokareva, Penerjemah: Victor Pogadaev

Teheran Dalam Stoples 25 - Aminatul Faizah

Bewl Water

"Itu Maleo, Nak. Bukan Ayam Besar. Jangan Dimakan Lagi!" - Arifah Nugraheni

Dari Kehidupan Para Jutawan 8 - Victoria Tokareva, Penerjemah: Victor Pogadaev

Bercerai - Chairil Anwar

Teheran Dalam Stoples 24 - Aminatul Faizah

Antibes

Ibu Izin Membaca Buku Di Sini, Rabu-Rabu* Saja - Arifah Nugraheni

Dari Kehidupan Para Jutawan 7 - Victoria Tokareva, Penerjemah: Victor Pogadaev

Kawanku dan Aku - Chairil Anwar

Teheran Dalam Stoples 23 - Aminatul Faizah

Rochester

Joey, Rio, Media, dan Menpora - Liston P Siregar

Siapa Takut Kawan! - Bela Kusumah

Hampa - Chairil Anwar

Dari Kehidupan Para Jutawan 6 - Victoria Tokareva, Penerjemah: Victor Pogadaev

Teheran Dalam Stoples 22 - Aminatul Faizah

Bradford upon Avon

Kenangan - Chairil Anwar

Dari Kehidupan Para Jutawan 5 - Victoria Tokareva, Penerjemah: Victor Pogadaev

Teheran Dalam Stoples 21 - Aminatul Faizah

Leeds

Musim Dingin - Liston P Siregar

Tubuh Miskin - Jajang Kawentar

Dari Kehidupan Para Jutawan 4 - Victoria Tokareva, Penerjemah: Victor Pogadaev

Kesabaran - Chairil Anwar

Teheran Dalam Stoples 20 - Aminatul Faizah

bradford

sajak Kota Melampai Perutmu
Jajang Kawentar

Menemui kota hancur karena birahimu. Sengaja kupinjam matamu yang tidur di pelupuk senja agar menemaniku mengenang lalu ke muka. Agar mimpimu bersamaku terbawa gelisah sementara usai pinjamkan mata mata-mata. Tiada keindahan kota kini selain petuah ibunda dan ayahanda. Sebanyak apa yang kau makan, tak kan melampaui perutmu. Selezat apa yang kau makan, takkan melampaui perutmu.

Kota indah poranda melampaui perutmu. Nafsu melampaui perutmu mengikat ingat di ujung waktu. Kehancuran ini itu pembangunan ini itu. Selalu memciptakan ruang-ruang birahi baru bagi orang-orang gila. Ruang-ruang sesak aroma kehidupansetelah mati. Orang-orang mati dikeramaian layaknya tak bernafsu melampaui perutmu dan bawah perutmu. Kota indah sesungguhnya menahan haus dan lapar melampaui perut batas birahimu. Orang-rang mati di tengah pembangunan kota atas perut dan batas birahi.

Indramayu, 2016 

Kabar Dari Desa

Nenek tak lagi ke sawah, kakek tak lagi mengayunkan cangkul. Meskipun makan tak sebanyak dulu. Meskipun sawah harus terusdisemai padi. Karena cucu nenek semakin banyak dan gampang beranak. Hampir semua ke kota menjual keringat ke pabrik. Menanami sawahnya dengan rumah. Menuai padi tiap bulan dari keringat yang dipatok pabrik.

Magelang, 2016

ceritanet©listonpsiregar2000