sampul
 seri jurnalistik
 sajak

 laporan
 cerpen

 novel
 memoar

 catatan
 foto

 edisi lalu
 kirim tulisan

 tentang ceritanet
 ikut
mailing list

Twittwr   Facebook   


ceritanet              situs karya tulis - edisi 259, 17 mei 2016

Tulisan lain

"Itu Maleo, Nak. Bukan Ayam Besar. Jangan Dimakan Lagi!" - Arifah Nugraheni

Dari Kehidupan Para Jutawan 8 - Victoria Tokareva, Penerjemah: Victor Pogadaev

Teheran Dalam Stoples 24 - Aminatul Faizah

Antibes

Ibu Izin Membaca Buku Di Sini, Rabu-Rabu* Saja - Arifah Nugraheni

Dari Kehidupan Para Jutawan 7 - Victoria Tokareva, Penerjemah: Victor Pogadaev

Kawanku dan Aku - Chairil Anwar

Teheran Dalam Stoples 23 - Aminatul Faizah

Rochester

Joey, Rio, Media, dan Menpora - Liston P Siregar

Siapa Takut Kawan! - Bela Kusumah

Hampa - Chairil Anwar

Dari Kehidupan Para Jutawan 6 - Victoria Tokareva, Penerjemah: Victor Pogadaev

Teheran Dalam Stoples 22 - Aminatul Faizah

Bradford upon Avon

Kenangan - Chairil Anwar

Dari Kehidupan Para Jutawan 5 - Victoria Tokareva, Penerjemah: Victor Pogadaev

Teheran Dalam Stoples 21 - Aminatul Faizah

Leeds

Musim Dingin - Liston P Siregar

Tubuh Miskin - Jajang Kawentar

Dari Kehidupan Para Jutawan 4 - Victoria Tokareva, Penerjemah: Victor Pogadaev

Kesabaran - Chairil Anwar

Teheran Dalam Stoples 20 - Aminatul Faizah

bradford

Lelaki dan Kebunnya - Tosca Santoso

Dari Kehidupan Para Jutawan 3 - VictoriaTokareva, Penerjemah: Victor Pogadaev

Penerimaan - Chairil Anwar

Teheran Dalam Stoples 19 - Aminatul Faizah

Essex

sajak Bercerai
Chairil Anwar

Kita musti bercerai
Sebelum kicau murai berderai

Terlalu kita minta pada malam ini

Benar belum puas serah-menyerah
Darah masih berbusah-busah

Terlalu kita minta pada malam ini

Kita mesti bercerai
Biar surya 'kan menembus oleh malam di perisai

Dua benua bakal bentur-membentur
Merah kesumba jadi putih kapur

Bagaimana?
Kalau IDA, mau turut mengabur
Tidak samudra caya tempatmu menghambur
***

7 Juni 1942

Aku
Melangkahkan aku bukan tuak menggelegak
Cumbu buatan satu biduan
Kujauhi ahli agama serta lembing katanya

Aku hidup
Dalam hidup di mata tampak bergerak
Dengan cacar melebar, barah bernanah
Dan kadang satu senyum kukucup minum dalam dahaga
***
8 Juni 1942

ceritanet©listonpsiregar2000