sampul
 seri jurnalistik
 sajak

 laporan
 cerpen

 novel
 memoar

 catatan
 foto

 edisi lalu
 kirim tulisan

 tentang ceritanet
 ikut
mailing list

Twittwr   Facebook   


ceritanet              situs karya tulis - edisi 257, 10 maret 2016
Tulisan lain

Kenangan - Chairil Anwar

Dari Kehidupan Para Jutawan 5 - Victoria Tokareva, Penerjemah: Victor Pogadaev

Teheran Dalam Stoples 21 - Aminatul Faizah

Leeds

Musim Dingin - Liston P Siregar

Tubuh Miskin - Jajang Kawentar

Dari Kehidupan Para Jutawan 4 - Victoria Tokareva, Penerjemah: Victor Pogadaev

Kesabaran - Chairil Anwar

Teheran Dalam Stoples 20 - Aminatul Faizah

Lelaki dan Kebunnya - Tosca Santoso

Dari Kehidupan Para Jutawan 3 - VictoriaTokareva, Penerjemah: Victor Pogadaev

Penerimaan - Chairil Anwar

Teheran Dalam Stoples 19 - Aminatul Faizah

Essex

Dari Kehidupan Para Jutawan 2 - VictoriaTokareva, Penerjemah: Victor Pogadaev

Lagu Biasa - Chairil Anwar

Suatu Pagi di Kantin Sekolah - Imron Supriyadi

Teheran Dalam Stoples 18 - Aminatul Faizah

Kepulauan Seribu

Dari Kehidupan Para Jutawan 1 - VictoriaTokareva, Penerjemah: Victor Pogadaev

Hukum - Chairil Anwar

Teheran Dalam Stoples 17 - Aminatul Faizah

Ancol

Dan kemeriahan media yang menempatkan Rio dalam konteks ‘prestasi anak bangsa’ itu pula yang rasanya mendorong Menpora Imam Nahrawi jadi berpikir kacau: rencananya kekurangan dana untuk setoran ke Tim Manor (yang bermarkas di Inggris) akan diupayakan dari APBD dan APBN. Itu rasanya sama kacaunya jika ada orang yang berkomentar pembayaran Rp185 miliar untuk ikut membalap F1 di Tim Manor dengan: ‘Indonesia ditipu lagi sama orang Barat’. Joey, Rio, Media, dan Menpora - Liston P Siregar

Ledakan Bomb di pantai Kuta dan Jembaran di Bali, itu sejarah.
Bulan lalu, aku makan siang di Kuta, menikmati udang bakar dengan sambel cabe di Warung Padang.
Pada suatu malam bulan Purnama, aku makan malam di Jimbaran,  ikan bakar dengan tiupan angin laut menyisipkan aroma garam.
Di Lindt Café di Sydney harumnya kopi godok panas mendadak beku penuh rasa TAKUT yang Gila.

Siapa Takut Kawan! - Bela Kusumah

Sepi di luar. Sepi menekan-mendesak
Lurus kaku pohonan. Tak bergerak
Sampai ke puncak. Sepi memagut

Tak satu kuasa melepas renggut
Segala menanti. Menanti. Menanti
Sepi

Hampa - Chairil Anwar

Bradford

Di luar musim luruh dan sebuah ranting bergoyang dilatarbelakangi  langit. Warna biru muda dan hijau. Ranting itu masih kuat dan hijau tetapi ini tidak akan berterusan. Aku juga mengalami musim luruh dalam kehidupanku tetapi berasa diri seakan-akan pada musim semi. Dari Kehidupan Para Jutawan - Victoria Tokareva, Penerjemah: Victor Pogadaev

Aku melihat sepatu teman baikku yang berwarna merah muda itu sudah tak layak pakai lagi. Sepatu bagian bawahnya sudah jebol dan ia pasti kesakitan saat melintasi jalanan aspal dan bata tua yang panas. Ia tak pernah ingin bercerita tentang keluh kesahnya itu. Ia bahkan tak pernah mempersalahkannya. Itu adalah bagian dari kehidupannya. Teheran Dalam Stoples
- Aminatul Faizah

ceritanet©listonpsiregar2000