sampul
 seri jurnalistik
 sajak

 laporan
 cerpen

 novel
 memoar

 catatan
 foto

 edisi lalu
 kirim tulisan

 tentang ceritanet
 ikut
mailing list

twitter   facebook   


ceritanet              situs karya tulis - edisi 252, 20 september 2015
Tulisan lain

Pembinatangan Peringatan 17 Agustus - Imron Supriyadi

Aku - Chairil Anwar

Teheran Dalam Stoples 16 - Aminatul Faizah

Tangkahan

Pelarian - Chairil Anwar

Puisi - Jajang Kawentar

Teheran Dalam Stoples 15 - Aminatul Faizah

Dymchurch

Poltak dan Mamak, pada suatu sore - Liston P Siregar

Sia-sia - Chairil Anwar

Teheran Dalam Stoples 14 - Aminatul Faizah

Broadstairs

Ambruknya, atau munculnya, keping-keping Jokowi - Liston P Siregar

Nisan - Chairil Anwar

Teheran Dalam Stoples 13 - Aminatul Faizah

Aku sedang dalam penerbangan ke Paris atas undangan sebuah badan penerbit. Di sebelah aku duduk seorang penerjemah Nastya yang dalam bahasa Prancis namanya disebut Anestezi.Sebenarnya, dia itu berbangsa Rusia tetapi bernikah dengan seorang Prancis dan menetap pula di Paris. Di Moskow tinggal orang tuanya dan beberapa teman wanita yang dirinduinya. Dan di Moskow juga tinggal beberapa penulis Rusia yang sesudah perestroyka menjadi populer di Barat. Nastya pergiĀ  ke Moskow dan memilih penulis-penulis itu seperti baju di lemari pakaian untuk mendapatkan yang terbaik. Itulah bidang usahanya. Dari Kehidupan Para Jutawan - Victoria Tokareva - Penerjemah: Victor Pogadaev

Saban sore ia lalu di depan rumahku
Dalamn baju tebal abu-abu
Seorang jerih memikul. Banyak menangkis pukul.
Bungkuk jalannya - Lesu

Pucat mukanya - Lesu
Orang menyebut satu nama jaya
Mengingat kerjanya dan jasa

Hukum - Chairil Anwar

Marina
Marina, Ancol

Siang itu aku pulang sekolah besama Ummu Khoirah. Ibu tak menjemput dan begitu lonceng berbunyi ummu meminta aku menunggunya. Aku mengajak Khafsah menunggu, namun dia harus segera pulang, jadi aku duduk di bawah pohon di halaman sekolah melihat-lihat buku matematikaku sambil. Teheran Dalam Stoples - Aminatul Faizah

ceritanet©listonpsiregar2000