ceritanet
situs nir-laba untuk karya tulis
edisi 24, Sabtu 6 Oktober 2001
___________________________________________________
 
esei Dimensi Tanah Perkebunan
Arief W. Djati
Salah satu persoalan pertanahan yang tidak banyak diperbincangkan adalah tanah perkebunan. Ada kecenderungan, dengan berbagai alasan, pembicaraan mengenai persoalan itu malah dihindari. Padahal, kalau mau menengok sedikit sejarah, perkebunan merupakan sokoguru perekonomian Pemerintah Kolonial (Hindia) Belanda seperti dikemukakan dua puluh tahun lampau oleh Alec Gordon. Dan ditegaskan kembali oleh Sartono Kartodirdjo dan Djoko Suryo. Namun, bersamaan dengan kemerdekaan, peranan perkebunan justru merosot. Yang tampil ke permukaan adalah hutang luar negeri, minyak, pertanian, industri manufaktur dan pariwisata.
selengkapnya

cerpen Rumah Lelaki
Yusuf Arifin
Sejak kecil ia selalu dicekoki oleh orangtuanya bahwa rumahlah pelabuhan hidup. Dari sebuah rumahlah seseorang pergi berlayar dan kembali ke rumahlah ia akan berlabuh. Dunia menyediakan petualangan tetapi rumah adalah tempat berlindung ketika seseorang perlu berkeluh kesah atau untuk berbagi kegembiraan. Hancurnya sebuah rumah adalah pertanda hancurnya dunia yang melingkupi orang.
selengkapnya

novel Pangeran Jawa Atawa Jagger Melayu
Bramantyo Prijosusilo

Di ruang penjemputan, Keith, adik dan sudara kandung Elaine satu-satunya, pertama-tama melihat dan mengenali Jagger, bukan karena sudah pernah bertemu, namun karena diceritakan Elaine bahwa Jagger selalu berpakaian a'la pengendara motor besar. Agak kaku juga awal perkenalan Jagger dengan Keith. Keith menjabat tangan Jagger dengan genggaman erat sekali, namun tangan Jagger tak siap, dan hampir saja wajahnya meringis kesakitan ketika genggaman Keith mencengkeramnya kuat-kuat, seperti biasanya orang Barat.
selengkapnya

novel Dokter Zhivago 24
Boris Pasternak (alih bahasa Trisno Sumardjo)
Disalin sesuai aslinya dari terbitan Djambatan, Maret 1960 dengan penulisan ejaan baru.
Selama bulan November 1911 Anna terbaring di ranjang dengan radang paru. Yura, Misha Gordon dan Tonya menghadapi promosi pada musim semi yang datang, Yura dalam ilmu kedokteran, Tonya dalam ilmu hukum, Misha dalam falsafah. Segala hal dalam otak Yura bercampur-baur dan salah letak saja, segala hal menjadi pula miliknya yang khas --pandangannya, kebiasaan dan kecenderungannya. Lain dari biasanya, ia sangan mudah menangkap kesan-kesan; dan kesegaran serta kebaruan dalam pendiriannya adalah istimewa. Sungguhpun ia sangat tertarik pada kesenian dan sejarah, ia hampir tak ragu-ragu mengenai pemilihan karirnya. Baginya kesenian bukannya panggilan jiwa, sama halnya dengan kenyataan bahwa kegembiraan batin serta kemurungan bukanlah pekerjaan. Ia menaruh minat pada ilmu alam serta yakin bahwa manusia mesti berbuat sesuatu yang berguna dalam kehidupan praktis.
selengkapnya

penulis edisi 24

ceritanet©listonpsiregar2000