sampul
 seri jurnalistik
 sajak

 laporan
 cerpen

 novel
 memoar

 catatan
 foto

 edisi lalu
 kirim tulisan

 tentang ceritanet
 ikut
mailing list

twitter    facebook    google


ceritanet              situs karya tulis - edisi 244, 21 november 2014

Tulisan lain

Media Massa, Dinosorus Abad 20 - Liston P Siregar

Kisah Tembakau - Aminatul Faizah

Teheran Dalam Stoples 9 - Aminatul Faizah

Bradford on Avon

Siapakah Wartawan? Atau: Siapakah Jurnalis? - Liston P Siregar

Cerita Satu Kota - Syam AR

Teheran Dalam Stoples 8 - Aminatul Faizah

Simon Carmiggelt

Elegi Jakarta - Asrul Sani

New York

Teheran Dalam Stoples 7 - Aminatul Faizah

Simon Carmiggelt

Yang Terempas dan Yang Luput - Chairil Anwar (1949)

Nafiri Ciputat - Bahrum Rangkuti Anwar (1969)

London

Saya, 'Rajanya' Arsenal 2 - Liston P Siregar

Teheran Dalam Stoples 6 - Aminatul Faizah

Risjwijk 17 - Taufiq Ismail

Surat Buat Pa Said - Ajip Rosidi

cerpen audio Air
Ras Siregar

Air diambil dari kumpulan cerpen Harmoni yang pertama kali terbit tahun 1964 namun ketika beredar tahun 1965 masuk dalam buku yang dibakar golongan yang anti Manifes Kebudayaan, khususnya di Surabaya. Karena itu praktis tidak beredar.

Untunglah belakangan 2.000 buku yang diedarkan lewat toko buku Gunung Agung dan Balai Budaya akhirnya terjual habis.

Tahun 1987 PT Pustaka Karya Grafika Utama di Jakarta menerbitkannya kembali dengan anggapan banyak hal yang tersirat pada periode 60-an yang masih tumbuh dengan segar yang menjadi tema sentral Harmoni. Mungkin karena kadar sastranya, buku ini masih mungkin hidup sejuta tahun lagi.

Air dipilih dari kumpulan Harmoni karena temanya yang universal hingga abad ke-21 ini. Juga karakter tokohnya yang selalu akan ada di belahan mana pun di dunia ini kapan saja. Seseorang yang gaya hidup dan cara pandangnya berbeda karena menjadi semakin kaya.

"Ketika itu aku merasa bahwa banyak orang yang merasa dirinya berpunya, lalu tahu segalanya...," seperti kata tokoh utama Air tentang tetangganya yang berbagi air.

Air juga menjadi satu gambaran tentang hidup yang sehari-hari yang tampak sederhana namun mengandung kerumitan tanpa harus menjadi kebebihan yang sensasional, yang menjadi salah satu ciri dari zaman internet dengan kemajuan media sosial yang cepat dan singkat.

Dan di tengah ketergesaan dunia abad-21 ini, Air bisa menjadi oase yang menyegarkan. Yang memberi ruang bagi kita untuk menikmati hidup kita masing-masing. Bahwa hidup kita -walau tidak harus menjadi sensasi popular yang dinikmati satu juta orang di Youtube atau diikuti satu juta orang di Twitter- punya dramanya sendiri. Hidup tidak akan pernah membosankan jika memang kita menggunakan semangat hidup.

Dan tokoh utama kita maupun tetangganya -yang sempat kaya itu- memperlihatkan semangat hidup itu di tengah rutinitas sehari-hari.

Karena Air cukup panjang untuk satu kali dituturkan maka dibagi menjadi dua, dan selamat menikmati
***

Lagu: Boogie Wonderland - Earth, Wind & FireĀ 

Baca Air - Ras Siregar

ceritanet©listonpsiregar2000