sampul
 sajak

 laporan
 cerpen

 novel
 memoar

 catatan
 foto

 edisi lalu
 kirim tulisan

 tentang ceritanet
 ikut
mailing list

twitter    facebook    google


ceritanet              situs karya tulis - edisi 240, 22 maret 2014

Tulisan lain

Saya, 'Rajanya' Arsenal - Liston P Siregar

Teheran Dalam Stoples 5 - Aminatul Faizah

Depan Sekretariat Negara - Taufiq Ismail

The Act of Killing untuk Citra Indonesia - Anonim (Kru Indonesia untuk film Jagal)

Teheran Dalam Stoples 4 - Aminatul Faizah

Tekad - Mansur Samin

Demonstran - Wahid Situmeang

Jenis-jenis Natal di London - Liston P Siregar

Teheran Dalam Stoples 3 - Aminatul Faizah

Catatan Harian Seorang Demonstran - Slamet Kirnanto

Sebuah Jaket Berlumur Darah - Taufiq Ismail

Teheran Dalam Stoples 2 - Aminatul Faizah

Pesan Pencopet Kepada Pacarnya - W.S. Rendra

Foto

sajak Benteng
Taufiq Ismail (1966) Djakarta Dalam Puisi Indonesia

Sesudah siang panas yang meletihkan
Sehabis tembakan-tembakan yang tak bisa kita balas
Dan kita kembali ke kampus ini berlindung
Bersandar dan berbaring, ada yang merenung

Di lantai bungkus nasi bertebaran
Dari para dermawan tidak dikenal
Kulit duku dan pecahan kulit rambutan
Lewatlah di samping Kontingen Bandung
Ada yang berjaket Bogor. Mereka dari mana-mana
Semuanya kumal, semuanya terbakar matahari
Semuanya letih, semuanya tak bicara
Tapi kita tidak akan terpatahkan
Oleh seribu senjata dari seribu tiran

Tak sempat lagi kita pikirkan
Keperluan-keperluan kecil seharian
Studi, kamar tumpangan dan percintaan
Kita tak tahu apa yang akan terjadi sebentar malam
Kita mesti siap saban waktu, siap saban jam
***

ceritanet©listonpsiregar2000