ceritanet
situs nir-laba untuk karya tulis
edisi 23, Rabu 26 September 2001
___________________________________________________

novel Dokter Zhivago 23
Boris Pasternak (alih bahasa Trisno Sumardjo)
disalin sesuai aslinya dari terbitan Djambatan, Maret 1960, dengan penulisan ejaan baru

Pada suatu musim dingin Alexander Alexandrovich menghadiahkan pada Anna sebuah lemari pakaian. Ia memperolehnya secara murah. Lemari terbikin dari kayu arang, tapi begitu besar hingga kalau utuh dak dapat lewat pintu manapn juga, jadi dimasukkan ke rumah sepotong demi sepotong, lalu timbul masalah hendak dipasang di mana. Lemari tak cocok untuk kamar tamu karena kegunaannya, tak cocok untuk kamar tidur karena besarnya. Kesudahannya sebagian dari bordes dibersihkan untuknya di luar kamtr tidur yang terbagus.

Markel, seorang utas datang untuk menyusunnya. Ia bawa serta anaknya perempuan Marinka; umurnya enam tahun. Marinka diberi gula-gula jelai. Dia genggam itu dalam kepalannnya yang lengket-lengket serta mengisapnya sambil menyedot hawa dengan hidung dan memperhatikan ayahnya.

Mula-mula semuanya beres. Lemari tumbuh depan mata Anna; ketika hamoir selesai --hanya puncaknya perlu dipasang-- ia berniat membantu Markel. Ia masuk ke lemari, berdiri atas papan yang tinggi, terpeleset dan jatuh terantuk ke dinding lemari, yang hanya ditahan dengan pasak-pasak; tali yang dilingkarkan ke situ oleh Markel secara renggang saja, menjadi terlpeas. Anna jatuh terlentang bersama bagian-bagian lemari yang berderak-derak ke lantai dan iapun terluka parah.

"O, nyonya, nyonya," Markel lari menjemputnya. "Mengapa berbuat begitu sayang?Tulang-tulang ada yang patah? Rabalah tulang-tulang nyonya. Tulanglah yang penting, bagian yang empuk tak jadi soal; yang empuk itu bisa pulih asal Tuhan mengijinkan, lagi pula itu hanya untuk pesiar, kata orang. Jangan jerit-jerit, monyet kecil!" hardikya pda Marinka yang menagis. "Usap ingusmu dari hidung dan larilah ke ibumu. Wah mengapa nyonya tak mempercayakan pada saya menyusun lemari ini tanpa nyonya? Melhat saya barangnkali nyonya berpikir, saya hanya tukang, tapi terus-terang saja; membikin lemari sudah biasa saya kerjakan. saya mulai sebagai tukang lemari. Nyonya tak akan percaya banyaknya perabot yang dihasilkan tangan ini, ya begitulah --lemari, bipet, pernis, walnut, mahoni. Banyak pula wanita muda baik-baik yang saya ketemu, ya begitulah. Lenyap di bawah hidup saya, ya begitulah. Dan sebabnya ialah minuman, nyonya, minuman keras."

Markel menyorong kursi besar dan berkat bantuannya Anna mengelakkan diri ke situ, mengerang dan mengusap luka-lukanya. Markel lantas mulai membetulkan lemari. Ketika memasang pucuknya, berkatalah ia : "Sekarang pintu-pintu lalu siaplah untk dipamerkan."

Annak tak suka lemari itu. Bentuk dan formatnya mengingatkan dia pada tandu keraranda atau kuburan raja dan memenuhinya dengan ketakutan penuh takhyul, Ia memberinya nama makam Askold*, yang dia maksudkan ialah kuda Pangeran Oleg** yang menyebabkan wafatnya majikannya. Karena caranya membaca tidak berencana, hubungan antara buah-buah oikirannya tiadalah semestinya,

Sesudah peristiwa ini Anna menderita kelemahan paru-parunya.
***

*Askold adalah seorang pendiri negara Rusia; ia memerintah di Kiev, tempat ia berkubur.
**Oleg, Pangeran dari Kiev lainnya, dibunuh oleh seekor ular yang keluar dari tengkorak kuda kesayangannya.

ceritanet
kirim tulisan
©listonpsiregar2000