ceritanet
situs nir-laba untuk karya tulis
edisi 23, Rabu 26 September 2001
___________________________________________________
memoar Bekas Raja Afghanistan Yang Terlambat
Liston Siregar
Di sebelah utara Roma, di sebuah vila berkamar empat, seorang pria berusia 86 tahun menanti, dan mengharap, arah perkembangan ancaman George Bush untuk menyerang Afghanistan. Dia berharap, sebelum akhir hayatnya, akan ada satu peluang untuk kembali ke Afghanistan, setelah dua puluh delapan tahun hidup mengungsi jauh dari Kabul, mengais-ngais dukungan. Namanya Muhammad Zahir Shah, Raja Afhganistan yang digulingkan sepupunya pada tahun 1973.
selengkapnyasajak Memento Mori
Sitok Srengenge
Pada parasmu yang pucat
kubaca gurat isyarat:
cambuk angin
musim dingin,
perusuh yang kembali
dengan sisa dengki laskar StasiCahaya terkubur di kota yang tidur,
anak-anak dan perempuan dari Timur penulis edisi 23
mimpi sekerat roti dan seteguk anggurSungguh, kausuguhkan padaku
malam itu:
letus tulang di tungku krematorium
dan kuntum-kuntum gandum yang alum
selengkapnya
novel Pangeran Jawa Atawa Jagger Melayu
Bramantyo Prijosusilo
Roda pesawat menghantam landasan, membal sedikit, lalu terasa segala daya mesin-mesin Boeing raksasa bekerja menahan laju. Beberapa detik kemudian, jelaslah sudah bagi semua penumpang; pendaratan selamat. Terasa kelegaan menghalau ketegangan yang menggumpal di seluruh kabin pesawat selama pendaratan. Terdengar beberapa orang melepas sabuk pengaman, meski lampu pertanda belum membolehkan. Elaine, melepaskan kecemasan, merangkul dan mencium suaminya; "Kita sampai, Jagger, ini London, Heathrow." Pesawat mereka bergerak perlahan kini, merapat pada lorong embarkasi. Lampu tanda wajib pakai sabuk pengaman padam, dan suara pilot tak jelas mengucapkan terimakasih dan selamat tinggal melalui sistem suara kabin. Orang-orang mulai berdiri, sibuk membuka pintu-pintu rak penyimpanan bagasi tangan yang berada di atas kepala mereka masing-masing. Sanca belum juga terbangun. "Look, Sanca still sleeping!" kata Jagger, kagum atas kelelapan anaknya.
selengkapnya
novel Dokter Zhivago 23
Boris Pasternak (alih bahasa Trisno Sumardjo)
Pada suatu musim dingin Aelxander Alexandrovich menghadiahkan pada Anna sebuah lemari pakaian. Ia memperolehnya secara murah. Lemari terbikin dari kayu arang, tapi begitu besar hingga kalau utuh dak dapat lewat pintu manapn juga, jadi dimasukkan ke rumah sepotong demi sepotong, lalu timbul masalah hendak dipasang di mana. Lemari tak cocok untuk kamar tamu karena kegunaannya, tak cocok untuk kamar tidur karena besarnya. Kesudahannya sebagian dari bordes dibersihkan untuknya di luar kamtr tidur yang terbagus. Markel, seorang utas datang untuk menyusunnya. Ia bawa serta anaknya perempuan Marinka; umurnya enam tahun. Marinka diberi gula-gula jelai. Dia genggam itu dalam kepalannnya yang lengket-lengket serta mengisapnya sambil menyedot hawa dengan hidung dan memperhatikan ayahnya.
selengkapnya
ceritanet
©listonpsiregar2000