sampul
 sajak

 laporan
 cerpen

 novel
 memoar

 catatan
 foto

 edisi lalu
 kirim tulisan

 tentang ceritanet
 ikut
mailing list

twitter    facebook    google


ceritanet              situs karya tulis - edisi 238, 17 desember 2013

Tulisan lain

Jenis-jenis Natal di London - Liston P Siregar

Teheran Dalam Stoples 3 - Aminatul Faizah

Catatan Harian Seorang Demonstran - Slamet Kirnanto

Teheran Dalam Stoples 2 - Aminatul Faizah

Pesan Pencopet Kepada Pacarnya - W.S. Rendra

Sketsa Jakarta - Mansur Samin

Teheran Dalam Stoples 1 - Aminatul Faizah

Terima kasih Mister Vicky - Liston P Siregar

Silhuet - Taufiq Ismail

Jembatan Dukuh - Ajip Rosidi

Jagal Yang Mengganjal - Christine Franciska

Loire Valley

sajak Sebuah Jaket Berlumur Darah
Taufiq Ismail (1966) Djakarta Dalam Puisi Indonesia

Sebuah jaket berlumuran darah
Kita semua telah menatapmu
Telah berbagi duka yang agung
Dalam kepedihan bertahun-tahun

Sebuah sungai membatasi kita
Di bawah terik matahari Jakarta
Antara kebebasan dan penindasan
Berlapis senjata dan sangkur baja

Akan mundurkah kita sekarang
Seraya mengucap 'Selamat tinggal perjuangan'
Berikrar setia pada tirani
Dan mengenakan baju kebesaran sang pelayan

Spanduk kumal itu, Ya spanduk itu
Kita semua telah menatapmu
Dan di atas bangunan-bangunan
Menundur bendera setengah tiang

Pesan itu telah sampai ke mana-mana
Melalui kenderaan yang melintas
Abang-abang beca, kuli-kuli pelabuhan
Teriakan-teriakan di atap bis kota, pawai-pawai perkasa
Prosesi jenazah ke pemakaman
Mereka berkata
Semuanya berkata
LANJUTKAN PERJUANGAN!
***

ceritanet©listonpsiregar2000