sampul
 sajak

 laporan
 cerpen

 novel
 memoar

 catatan
 foto

 edisi lalu
 kirim tulisan

 tentang ceritanet
 ikut
mailing list

twitter    facebook    google


ceritanet              situs karya tulis - edisi 236, 20 september 2013

Tulisan lain

Teheran Dalam Stoples - Aminatul Faizah

Terima kasih Mister Vicky - Liston P Siregar

Jembatan Dukuh - Ajip Rosidi

Jagal Yang Mengganjal - Christine Franciska

Osborne, SBY, Jokowi, dan media - Liston P Siregar

Tangan-tangan Lapar - Dodong Djiwapradja

Siapakah Laki-laki Yang Rebah di Taman Ini - Goenawan Mohamad

Air - Ras Siregar

Perdulilah ketika warga dunia perduli - Liston P Siregar

Kereta Mati - Toto S. Bachtiar

Nevermore - Wing Kardjo

Vivere Pericolosamente 2 - Vincent Mahieu

London

sajak Silhuet
Taufiq Ismail (1965) Djakarta Dalam Puisi Indonesia

Di bawah bayangan pilar
Di bawah bayangan emas
Berjuta bayang-bayang
Menangisi gerimis
Menangisi gunung api
Kabut yang ungu
Membelai perlahan
Hutan-hutan
***

Silhuet

Gerimis telah menangis
Di atas bumi yang sepi
Sehabis pawai genderang
Angin jalanan yang panjang
Menyusup-nyusup
Menusuk-nusuk
Bayang-bayang berjuta
Berjuta bayang-bayang
***

ceritanet©listonpsiregar2000