sampul
 sajak

 laporan
 cerpen

 novel
 memoar

 catatan
 foto

 edisi lalu
 kirim tulisan

 tentang ceritanet
 ikut
mailing list

twitter    facebook    google


ceritanet              situs karya tulis - edisi 236, 20 september 2013

Tulisan lain

Jagal Yang Mengganjal - Christine Franciska

Osborne, SBY, Jokowi, dan media - Liston P Siregar

Tangan-tangan Lapar - Dodong Djiwapradja

Siapakah Laki-laki Yang Rebah di Taman Ini - Goenawan Mohamad

Air - Ras Siregar

Perdulilah ketika warga dunia perduli - Liston P Siregar

Kereta Mati - Toto S. Bachtiar

Nevermore - Wing Kardjo

Vivere Pericolosamente 2 - Vincent Mahieu

 

London

Ketika masih kecil, aku bertanya banyak hal pada ibu dan ayah. Banyak yang ingin kuketahui dan juga banyak yang belum sempat kutanyakan, seperti apa itu cinta, keberanian dan kesetiaan. Tapi seiring waktu kutahu juga. Banyak keganjilan yang kualami saat masih kecil. Banyak yang ingin kutanyakan hingga kini namun aku sudah sudah mendapat banyak jawaban dengan seiring waktu. Cinta, perpisahan, kematian dan juga banyak tentang arti hidup di atas kebersamaan. Teheran Dalam Stoples - Aminatul Faizah

Tapi sebenarnya dari sejak dahulu kala banyak kali Vicky-Vicky lain, di mana-mana di Indonesia. Dan makin tambah banyak dengan makin suburnya internet dan media sosial. Begitu banyak dan amat biasa, sampai diperlukan seorang Vicky Prasetyo untuk membuatnya lucu, dan semoga sekaligus menyadarkan Vicky-vicky lain tadi. Terima kasih Mister Vicky - Liston P Siregar

Di bawah bayangan pilar
Di bawah bayangan emas
Berjuta bayang-bayang

Menangisi gerimis
Silhuet - Taufiq Ismail (1965)

Kita berdiri jauh di atas kota, angin lepas menusuk
Kita berdiri diam semua rintih disilirkan lembut
karena antara kira dan kota yang kita tinggali
karena antara rumah dan kita sendiri, tiada lagi hubungan

Kita kini berdiri terasing dari segala yang kita cintai
Mereka tidak ambil peduli tapi toh sebagian dari hidup dan daging kita sendiri
Jembatan Dukuh - Ajip Rosidi (1955)

ceritanet©listonpsiregar2000