sampul
 sajak

 laporan
 cerpen

 novel
 memoar

 catatan
 foto

 edisi lalu
 kirim tulisan

 tentang ceritanet
 ikut
mailing list

twitter    facebook    google


ceritanet              situs karya tulis - edisi 235, 15 agustus 2013

Tulisan lain

Jagal Yang Mengganjal - Christine Franciska

Osborne, SBY, Jokowi, dan media - Liston P Siregar

Siapakah Laki-laki Yang Rebah di Taman Ini - Goenawan Mohamad

Air - Ras Siregar

Perdulilah ketika warga dunia perduli - Liston P Siregar

Kereta Mati - Toto S. Bachtiar

Nevermore - Wing Kardjo

Vivere Pericolosamente 2 - Vincent Mahieu

Kisah dua pemimpin: Boris dan Jokowi - Liston P Siregar

Cikini - Ramadhan K.H.

Vivere Pericolosamente 1 - Vincent Mahieu

Huntington

sajak Tangan-tangan Lapar
Dodong Djiwapradja (1959) Djakarta Dalam Puisi Indonesia

Di mana-mana - ya di mana saja!
Tangan-tangan lapar kian memanjang -kian memanjang
Dan jalan-jalan gemuruh oleh si kurus

Pagi, siang, pun malam hari
Dan pada hari-hari peringatan

Di mana-mana -ya di mana saja!

(Pasti di kolong jembatan)
Mereka bikin perkemahan
Di Senen -di Tanah Abang
Tikus pun butuh sebuah pesta

Dan hampir tiap tikungan, terdengar ingar-bingar
Terkadang tepuk tangan atau tertawa yang panjang
Demi nafsu! Adalah mereka kaum petualang
para panjang tangan dan para pemetik bunga

Di mana-mana -ya dimana saja

Tangan-tangan lapar kian memanjang -kian memanjang

Ada yang mati di pinggir kali
***

ceritanet©listonpsiregar2000