sampul
 sajak

 laporan
 cerpen

 novel
 memoar

 catatan
 foto

 edisi lalu
 kirim tulisan

 tentang ceritanet
 ikut
mailing list

twitter    facebook    google


ceritanet              situs karya tulis - edisi 235, 15 agustus 2013

Tulisan lain

Air - Ras Siregar

Perdulilah ketika warga dunia perduli - Liston P Siregar

Kereta Mati - Toto S. Bachtiar

Nevermore - Wing Kardjo

Vivere Pericolosamente 2 - Vincent Mahieu

Kisah dua pemimpin: Boris dan Jokowi - Liston P Siregar

Cikini - Ramadhan K.H.

Vivere Pericolosamente 1 - Vincent Mahieu

 

Huntington

Tidak tahu bagi yang lain, tetapi bagiku menonton Jagal –begitulah terjemahan resmi Indonesia-mengingatkan kembali pada diskriminasi dan perasaan menjadi minoritas. Ingat-ingatan masa kecil, yang bahkan sempat aku lupakan- jadi hidup lagi. Pasalnya, ada Cina disinggung di situ, sesuatu yang melekat sangat di darahku. Jagal Yang Mengganjal - Christine Franciska

‘Tragedi’ George Osborne itu teringat kembali ketika membaca berita open house Idul Fitri di Istana Negara, yang juga diramaikan penyandang cacat –yang di Indonesia sering dirujuk dengan difable, singkatan different ability atau kemampuan yang berbeda walau setiap manusia memiliki kemampuan berbeda. Seperti biasa ribuan antri di Istana Negara saat hari raya untuk mendapat kesempatan langka dan berharga: bersalaman langsung dengan Presiden SBY. Osborne, SBY, Jokowi, dan media
Liston P Siregar

Siapakah laki-laki yang rebah di taman ini
Yang hanya bercanda di matahari
Yang tak bercerita tentang rumah dan anak-anaknya

Yang berwasiat kepada lapar semesta kita
Siapakah Laki-laki Yang Rebah di Taman Ini Goenawan Mohamad (1964)

Di mana-mana - ya di mana saja!
Tangan-tangan lapar kian memanjang -kian memanjang

Dan jalan-jalan gemuruh oleh si kurus

Pagi, siang, pun malam hari
Dan pada hari-hari peringatan

Di mana-mana -ya di mana saja!

Tangan-tangan Lapar - Dodong Djiwapradja (1959)

ceritanet©listonpsiregar2000