sampul
 sajak

 laporan
 cerpen

 novel
 memoar

 catatan
 foto

 edisi lalu
 kirim tulisan

tentang ceritanet
 mailing list

 twitter    facebook    google

ceritanet              situs karya tulis - edisi 234, 15 juli 2013

Tulisan lain

Vivere Pericolosamente 2 - Vincent Mahieu

Kisah dua pemimpin: Boris dan Jokowi - Liston P Siregar

Cikini - Ramadhan K.H.

Vivere Pericolosamente 1 - Vincent Mahieu

Anak Sumbawa - Ajip Rosidi

Hampa - Bahrum Rangkuti

Lebih hitam dari hitam - Iwan Simatupang

Kemarin Sore, Tentang Kehilanganmu - Elfira Arisanti

Jakarta Di bawah Hujan - Sapardi Djoko Damono

Tree


Biarpun rumah di atas, air ledeng tetap deras. Mau gosok gigi, cukup di wastafel dalam kamar dengan memutar keran tanpa tawar-menawar.
Jika pagi hari atau sore hari, kepingin mandi yang segar, cukup dengan memutar keran lalu mengucurlah air dari kerucut teratai di atas kepala. Air yang menimpa kulit seperti pijitan bidadari dalam tidur dan tanpa sadar suara pun berkumandang menyanyikan lagu mandi. Air - Ras Siregar

Malam itu sekitar 40-an orang menonton The Act of Killing di sebuah bioskop independen kecil di Greenwich. Film dokumenter tentang pembantaian 1965 yang mereka tonton adalah versi panjang 159 menit dan disusul diskusi selepas tayangan dua setengah jam lebih. Jadi saya perkirakan tak banyak yang bertahan untuk diskusi setelah menyaksikan karya sutradara Joshua Oppenheimer yang mencekam. Perdulilah ketika warga dunia perduli - Liston P. Siregar

Seorang pengendara kereta
Beroda tiga, manis

Mengayuh hingga pelabuhan penghabisan
Mendaki dan menurun

Kereta Mati - Toto S. Bachtiar (1950)

Ini mimpi, ini hari, ini kota
aku telah melihatnya di garis tangan
darahnya panas

nasibnya naas.
Nevermore,
elegi buat tukang beca Jakarta - Wing Kardjo (1959)

ceritanet©listonpsiregar2000