sampul
 sajak

 laporan
 cerpen

 novel
 memoar

 catatan
 foto

 edisi lalu
 kirim tulisan

 tentang ceritanet
 mailing list

 twitter    facebook    google

ceritanet              situs karya tulis - edisi 234, 15 juli 2013

Tulisan lain

Air - Ras Siregar

Perdulilah ketika warga dunia perduli - Liston P Siregar

Nevermore - Wing Kardjo

Vivere Pericolosamente 2 - Vincent Mahieu

Kisah dua pemimpin: Boris dan Jokowi - Liston P Siregar

Cikini - Ramadhan K.H.

Vivere Pericolosamente 1 - Vincent Mahieu

Anak Sumbawa - Ajip Rosidi

Hampa - Bahrum Rangkuti

Lebih hitam dari hitam - Iwan Simatupang

Kemarin Sore, Tentang Kehilanganmu - Elfira Arisanti

Jakarta Di bawah Hujan - Sapardi Djoko Damono

Tree

sajak Kereta Mati
Toto S. Bachtiar (1950) Djakarta Dalam Puisi Indonesia

Seorang pengendara kereta
Beroda tiga, manis
Mengayuh hingga pelabuhan penghabisan
Mendaki dan menurun

Jari-jari berjarak kaku
Menjauhkan mimpi dalam rongga malam
Kalung bintang dan bulan berombak awan ungu
O, semua jauh manis

Selingan cuma senyampang di telinga
Mobil dan trem lalu
Dan perempuan berlagu pilu
Bagi manusia berjiwa kuda

Di mana jiwa di atas roda dihela waktu!
Batuk hampa mengamuk dan berkuasa
Dalam dada luka terbuka
Kemauan terpendam di alam beku

Seorang pengendara kereta
Beroda tiga, manis
Mengayuh mendaki pelabuhan penghabisan
Bertebing curam, menunggu dan menganga

O, semua jauh manis
Tiada karangan bunga tersilang
Tiada kepedihan enggan hampir
Manusia menangis di tepi pelabuhan penghabisan

***

ceritanet©listonpsiregar2000