sampul
 sajak

 laporan
 cerpen

 novel
 memoar

 catatan
 foto

 edisi lalu
 kirim tulisan

 tentang ceritanet
 mailing list

 twitter    facebook    google

ceritanet              situs karya tulis - edisi 233, 17 juni 2013

Tulisan lain

Vivere Pericolosamente 1 - Vincent Mahieu

Anak Sumbawa - Ajip Rosidi

Hampa - Bahrum Rangkuti

Lebih hitam dari hitam - Iwan Simatupang

Kemarin Sore, Tentang Kehilanganmu - Elfira Arisanti

Jakarta Di bawah Hujan - Sapardi Djoko Damono

Trem - MH Rustandi Kartakusuma

Catatan Joshua Oppenheimer: The Act of Killing - Liston P Siregar

Selamat Tinggal, Kucium - Sapardi Djoko Damono

Hampa - Sang Agung Murbaningrad

foto

Tali celana kolornya tiba-tiba putus dan arus keras segera meloloskan celananya dari pinggangnya. Tuan Barkey tiba-tiba teputar-putar dalam perasaannya dan di dalam air. Ia malahan merasakan dirinya telanjang bulat secara memaluka dalam air coklat yang pekat, lagipula silang celananya di lutut membuat ia tidak dapat menggerakkan kakinya dengan keras dan akhirnya ia kehilanganarah dan kecepatan karena ia dengan terkejut memegang celananya. Ia menyelam kepala ke bawah, kemudian muncul ke permukaan air kepala ke atas, kemudian menyelam lagi, terminum olehnya air kali banyak sekali dan ia terputar-putar tidak berdaya. Vivere Pericolosamente 2 - Vincent Mahieu

Walau habis-habisan diejek ‘badut’, Boris Johnson ternyata menang dalam pemilihan walikota London dua kali berturut-turut.: 2008 dan 2012. Rambutnya pirang acak-acakan, tubuhnya gembul, ngomong ceplas-ceplos, dan dalam pemilihan pertama mengalahkan walikota saat itu, Ken Livingstone, yang serius dan menerapkan tarif bagi mobil yang ingin masuk ke kawasan pusat kota London. Kisah dua pemimpin: Boris dan Jokowi - Liston P Siregar

Setelah kalimat di pintu kamar bedah:
-dengan bantuan Yang Maha Kuasa
Telah diselamatkan satu jiwa-
Campurlah diriku dari dua jenis kutub,
Risau dan harapan
Aku batu karang yang perlahan mengambang,
Semula di dasar sumur yang paling dalam
Risau di Rumah Sakit Cikini untuk dr Sinaga - Ramad
han K.H.

ceritanet©listonpsiregar2000