sampul
 sajak

 laporan
 cerpen

 novel
 memoar

 catatan
 foto

 edisi lalu
 kirim tulisan

 tentang ceritanet
 mailing list

 twitter    facebook    google

ceritanet              situs karya tulis - edisi 232, 10 mei 2013

Tulisan lain

Vivere Pericolosamente 1 - Vincent Mahieu

Hampa - Bahrum Rangkuti

Lebih hitam dari hitam - Iwan Simatupang

Kemarin Sore, Tentang Kehilanganmu - Elfira Arisanti

Jakarta Di bawah Hujan - Sapardi Djoko Damono

Trem - MH Rustandi Kartakusuma

Catatan Joshua Oppenheimer: The Act of Killing - Liston P Siregar

Selamat Tinggal, Kucium - Sapardi Djoko Damono

Hampa - Sang Agung Murbaningrad

Sendiri, Sejenak, Aku Bicara Cinta - Suhendri Cahya Purnama

Jokowi - The Economist

Cikini Raya - Ajip Rosidi

Dari Dukuh-Krakatau - Wing Kardjo

Worcester

sajak Anak Sumbawa
Ajip Rosidi (1954) Djakarta Dalam Puisi Indonesia

di Sumbawa donggo punya kuda
di Jakarta donggo beli sepeda
ia antar kota ke mimpinya, lampu jalanan pada mati
ia bangunkan kota dari tidur lelapnya pagi-pagi

cuma sepeda dan seperak di kantongnya
lewatlah malam tiada mata memandang padaku
sedang di dadaku bertumbuhan gairah
lewatlah hari, kesepian merajarela, begitu
mereka lalu di jalan kepu

sumbawa punya kuda, ayam bertelur, padang rumput
memacu la vidi dan gadis-gadis pingitan
ingin lepas karena hati penuh madu
ingin di dekap nyala neraka di darahnya

cuma sepeda di Jakarta, kuda-kuda di Sumbawa
donggo rindu la vidi kuda kesayangan
mesra bunda mengelus kening si anak
bapa sakit, Jakarta memisah kasih

di Jakarta donggo antar kota ke mimpinya
relung malannya, Sumbawa di dadanya menyala
***

ceritanet©listonpsiregar2000