sampul
 sajak

 laporan
 cerpen

 novel
 memoar

 catatan
 foto

 edisi lalu
 kirim tulisan

 tentang ceritanet
 mailing list

 twitter    facebook    google

ceritanet              situs karya tulis - edisi 231, 7 april 2013

Tulisan lain

Catatan Joshua Oppenheimer: The Act of Killing - Liston P Siregar

Selamat Tinggal, Kucium - Sapardi Djoko Damono

Hampa - Sang Agung Murbaningrad

Sendiri, Sejenak, Aku Bicara Cinta - Suhendri Cahya Purnama

Jokowi - The Economist

Cikini Raya - Ajip Rosidi

Dari Dukuh-Krakatau - Wing Kardjo

Saya Jurnalis, Bukan Pencari Iklan - Syam Asinar Radjam

Sajak Pandak Tentang Negeri - Syam Asinar Radjam

foto

Sejak hari pertama aku dirawat di bagian penyakit jiwa rumah sakit ini, segera ia menarik seluruh perhatianku. Ia mempunyai kepala besar dengan bentuk yang khas. Bahkan boleh dikata seluruh perawakannya adalah khas. Caranya mengamati seseorang, memulai bicara, semuanya meninggalkan kesan, mengajak kawan berbicaranya tertegun dan segan. Adakah ia macam orangnya yang disebut berpribadi itu? Aku tak tahu. Lebih Hitam Dari Hitam Iwan Simatupang

Ingatkah kau perjumpaan pertama kita, Sayang?
Saat mentari padam,
Dan bumi Tegalboto dalam kelam

Cakrawala menghitam
Hampir aku naik pitam
Kemarin Sore, Tentang Kehilanganmu Elfira Arisanti

Jakarta di bawah hujan, lampu demi lampu laksana dalam impian
sunyi hatiku seperti bukit, orang-orang bergerak bagai mainan: ketika semakin reda tersembul aneka suara
terjebak dalam sajakku, suasana dalam sebuah suasana
Jakarta Di bawah Hujan Sapardi Djoko Damono

Trem mendudu terus!
Mendengking-dengking mengular
Aku putus asa,
Teman di seberang kali mencemooh

Trem MH Rustandi Kartakusuma

ceritanet©listonpsiregar2000