sampul
 sajak

 laporan
 cerpen

 novel
 memoar

 catatan
 foto

 edisi lalu
 kirim tulisan

 tentang ceritanet
 mailing list

 twitter    facebook    google

ceritanet              situs karya tulis - edisi 231, 7 april 2013

Tulisan lain

Lebih hitam dari hitam - Iwan Simatupang

Kemarin Sore, Tentang Kehilanganmu - Elfira Arisanti

Trem - MH Rustandi Kartakusuma

Catatan Joshua Oppenheimer: The Act of Killing - Liston P Siregar

Selamat Tinggal, Kucium - Sapardi Djoko Damono

Hampa - Sang Agung Murbaningrad

Sendiri, Sejenak, Aku Bicara Cinta - Suhendri Cahya Purnama

Jokowi - The Economist

Cikini Raya - Ajip Rosidi

Dari Dukuh-Krakatau - Wing Kardjo

Saya Jurnalis, Bukan Pencari Iklan - Syamsul Huda M. Suhari

Sajak Pandak Tentang Negeri - Syam Asinar Radjam

foto

sajak Jakarta Di bawah Hujan
Sapardi Djoko Damono (1964) Djakarta Dalam Puisi Indonesia

Jakarta di bawah hujan, lampu demi lampu laksana dalam impian
sunyi hatiku seperti bukit, orang-orang bergerak bagai mainan: ketika semakin reda tersembul aneka suara
terjebak dalam sajakku, suasana dalam sebuah suasana

sepiku seperti bukit, merekapun bergerak-gerak di bawah renyai gerimis
noktah-noktah yang selalu gelisah antara tawa dan tangis;
o mari ke mari para warga kota yang baik, akulah orang asing itu
tersesat di sebuah kota yang riuh, berkiblat ke mana tak tahu

barangkali gerimis ini telah turun buatku, atas kotamu suara yang berulang-ulang dan mendingin jauh dalam hatiku
langkah-langkah sepatu di tepi jalan percik air bagai sulapan sibuk dalam kesibukan, kabur terbenam ke dalam kelam: Jakarta renyai gerimis, sunyi hatiku bagai bukit batu cahya mengerdip dalam suasana oo terjerat dalam sajakku
***

ceritanet©listonpsiregar2000