sampul
 sajak

 laporan
 cerpen

 novel
 memoar

 catatan
 foto

 edisi lalu
 kirim tulisan

tentang ceritanet
 mailing list

 twitter    facebook    google

ceritanet              situs karya tulis - edisi 230, 19 maret 2013

Tulisan lain

Catatan Joshua Oppenheimer: The Act of Killing - Liston P Siregar

Selamat Tinggal, Kucium - Sapardi Djoko Damono

Sendiri, Sejenak, Aku Bicara Cinta - Suhendri Cahya Purnama

Jokowi - The Economist

Cikini Raya - Ajip Rosidi

Dari Dukuh-Krakatau - Wing Kardjo

Saya Jurnalis, Bukan Pencari Iklan - Syamsul Huda M Suhari

Sajak Pandak Tentang Negeri - Syam Asinar Radjam

Rindu - Ajip Rosidi

Tangan Dalam Kelam - Toto S. Bachtiar

Hikayat Luka - Tosca Santoso

London

sajak Hampa
Sang Agung Murbaningrad (1952) Djakarta Dalam Puisi Indonesia

Aku tak tahu diri terus berlomba
tersungkur oleh damba meronta
tersiksa dikoyak terik kota Jakarta
Ibu menderita dalam penjara
gubuk nista demi percaya
tersiksa oleh tak tahunya
harapan hampa kepada si bungsu datang membawa
piala jatuhan swarga
Kekasihku tak tahu mau dicinta
Terus menanya apa
kasih maaf dosaku dan maaf diminta
buat dosa ia tak sengaja
seakan maaf bisa mengubur cinta
Dan bangsaku terus ribut dalam sengketa
tuduh-menuduh buat menuntut bela
atas nama si murba
dan semua sesame bangsa
untuk satu Indonesia

Aku akan bertemu
ibu, kekasih dan bangsaku
Mereka tidak tahu
Korbanku sia-sia tak tertunggu
Kecuali pada lagu Indonesia tanah airku
***

ceritanet©listonpsiregar2000