ceritanet
situs nir-laba untuk karya tulis
edisi 22, Rabu 12 September 2001

 

Situs ini didirikan November 2000 sebagai media tukar karya tulis. Asumsinya banyak karya tulis yang tidak dimuat media massa konvensional, namun layak dibaca sejumlah orang. Ada juga harapan ceritanet secara perlahan-lahan, dan tidak langsung, bisa mengembangkan gaya karya tulis internet.

Karena berfungsi sebagai forum maka semua hak cipta atas karya tulis yang dimuat ceritanet tetap dipegang oleh penulis yang bersangkutan. Jadi jika ingin memuat tulisan di ceritanet, mohon hubungi langsung penulisnya atau minta bantuan ceritanet untuk dihubungkan dengan penulis.

Karya tulis dalam ceritanet sangat terbuka, mulai cerita pendek, novel, puisi, dan esei. Adapun terbitan berupa resensi buku, informasi buku, maupun laporan-laporan lembaga tertentu --baik laporan tahunan, laporan penelitian, dan laporan temuan suatu komite kerja. Sedangkan laporan dalam ceritanet berupa laporan jurnalistik --mencakup tinjauan peristiwa dan tinjauan film-- atau laporan perjalanan. Penggolongan lain adalah berita aktual yang berhubungan dengan karya tulis.

Ceritanet juga membuka kesempatan sebagai media informasi kegiatan, yang --secara langsung maupun tidak langsung-- berkaitan dengan kemajuan karya tulis. Dengan sifat nir-laba, ceritanet tidak memberikan honor bagi setiap karya tulis dan sekaligus tidak memungut biaya apapun. Jika ada materi di ceritanet yang berbau promosi, yang umumnya ditemukan dalam halaman acara dan terbitan, semata-mata didasarkan pada kepentingan orang banyak dan berhubungan dengan usaha-usaha peningkatan karya tulis.

Ada kemungkinan ceritanet menerima sumbangan --yang independen-- dan sumbangan serta penyumbang akan diumumkan secara terbuka di halaman ini, termasuk penggunaannya.

 

 

 

Penulis Edisi 22

Aboeprijadi Santoso
Wartawan Radio Hilversum Belanda, sekaligus pegiat demokrasi. Mulai jadi wartawan sejak tahun 1982 di Hilversum, kemudian juga di mingguan berita Editor (s/d 1994). Aktif mengamati Timor Lorosae dan kemarin meliput pemilu Timor Lorosae. Sekarang masih bermukim di Belanda tapi sejak tidak masuk daftar hitam imigrasi lagi bolak-balik ke Indonesia. Aulia Andri, pernah jadi wartawan di detikcom biro Medan, sebelumnya jadi wartawan Gatra, dan sekarang hijrah ke Jakarta, masuk Matra sambil kuliah di Magister Manajemen Universitas Indonesia.
Bramantyo Prijosusilo, pegiat seni instalasi asal Jogja. Pernah bermukim di London dan sekarang kembali ke Jogja.


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


situs nir-laba untuk
karya tulis
ceritanet
©listonpsiregar2000