sampul
 sajak

 laporan
 cerpen

 novel
 memoar

 catatan
 foto

 edisi lalu
 kirim tulisan

 tentang ceritanet
 mailing list

 twitter    facebook    google

ceritanet              situs karya tulis - edisi 229, 11 februari 2013

Tulisan lain

Sendiri, Sejenak, Aku Bicara Cinta - Suhendri Cahya Purnama

Jokowi - The Economist

Cikini Raya - Ajip Rosidi

Saya Jurnalis, Bukan Pencari Iklan - Syamsul Huda M Suhari

Sajak Pandak Tentang Negeri - Syam Asinar Radjam

Rindu - Ajip Rosidi

Tangan Dalam Kelam - Toto S. Bachtiar

Hikayat Luka - Tosca Santoso

Pirus Urat Mas 2 - Vincent Mahieu

Fragmen - Harijadi S. Hartowardojo

Kawanku dan Aku - Chairil Anwar

Salju

sajak Dari Dukuh-Krakatau
Wing Kardjo (1958)
Djakarta Dalam Puisi Indonesia
*Untuk Surachman R.M. dan Budiman S, kawan lama danb teman bersepeda

Kereta barang malam-malam menyemburkan bunga api
merah menyobek-nyobek badan hitam
menjeritlah nada tinggi mengoyak-ngoyak sepi
menyemburkan amarah dan dendam

(Biar lebur, biar luluh
dalam panas liang-liang tubuh
yang menunggu
di pasar-pasar kembang)

Adalah awal tembang yang sumbang
gubuk tumbuh tanpa tiang
lelaki menggali-gali lubang
memotong akar-akar pohonan

(Datanglah padaku yang terlunta
melepaskan kembara
menjerit
mengutuk langit!)

Adalah akhir tembang yang malang
timbunahn sampah yang sepi
lelaki menggali-gali lubang
menyiapkan kuburan sendiri

(Datanglah padaku yang tersesat
memuntahkan dosa
sekarat
menyerahkan langit)

Adalah ujung tembang yang hilang
di pasar-pasar kembang
perempuan bagai bayang-bayang
menunggu saatnya tumbang
***

ceritanet©listonpsiregar2000