sampul
 sajak

 laporan
 cerpen

 novel
 memoar

 catatan
 foto

 edisi lalu
 kirim tulisan

 tentang ceritanet
 mailing list

 twitter    facebook    google

ceritanet              situs karya tulis - edisi 227, 12 desember 2012

Tulisan lain

Pirus Urat Mas 2 - Vincent Mahieu

Fragmen - Harijadi S. Hartowardojo

Kawanku dan Aku - Chairil Anwar

Terimakasih Banyak untuk Anda Sekalian - www.ceritanet.com

Pirus Urat Mas 1 - Vincent Mahieu

Dunia Sebelum Tidur - Toto S. Bachtiar

Jauh Malam di Pasar Matraman - Sobron Aidit

Doger- Ajip Rosidi

Gadis Peminta-minta - Toto S. Bachtiar

Autumn Leaves- Idrus F Shahab

Portsmouth

sajak Hikayat Luka*
Tosca Santoso

Malam
adalah
persinggahan
riwayat
pedih
kampung-kampung
tua.

Aku
saksikan
lereng
Gede membiru beku
duka
mereka yang kehilangan tanah.

Tahun
berlalu.

Abad bertukar
Penguasa
silih berganti. 
Pasundan
yang subur
tak  juga wariskan makmur.

Esok
hari
perempuan
bercaping bambu
kembali
terbungkuk
memagut
pucuk-pucuk teh
sebelum
subuh berangkat jauh.

Keringat
mereka
menjelma
emas entah dimana
(2009)

Gerimis  

di
bening matamu
merintik
air berpamitan
di
kelu mataku
ada
yang hanyut lepas genggaman

Tanpamu
sepi  pasti semakin menjadi
sesepi
gerimis sore hari
yang
menghapus  jejak puspa
di
hutan kita

Perih
ini
takkan
hilang bersama masa.
(2010)

Mencintamu

Mencintamu
adalah liku menyusur kali di pegunungan
kian lama kian sempit dan sunyi.
Tapi  tak pernah
kulepas harapan.
Mencintamu
ibarat mengikut gerak bintang di gelap malam
kian hari kian jauh dan tak berujung.
Tapi itu tak pernah kusesali.

Sebab bersamamu adalah waktu terbaik
dari umur manusia yang teramat pendek.

Cinta kita
mengalahkan hidup yang sia sia.
(2011)

ki hujan tak berbunga

Tahun ini
ki hujan tak berbunga
putiknya rontok dikacau musim  
limbung seperti jiwaku
yang terenggut jauh ke Timur
bersama pergimu.

Tahun ini
ki hujan tak berbunga
tak ada kelopak

yang gugur  melayang
berbaring lembut di dedaunan.

Tapi aku,
akan terus menyapa cintamu
Semesra musim bunga

di hutan kita.

Tiga tahun berlalu
sejak doa di kaki ki hujan.
dibelai purnama Pasir Pogor.

Hari-hari penuh warna dan harapan.
Bahagia datang tak terduga

digenapinya hidup yang sementara

Kini, cukup sudah.
Tak ada lagi yang kuminta.
(2011)

*. Diambil dari novel berjudul Sarongge (Dian Rakyat, September 2012)

ceritanet©listonpsiregar2000