sampul
 sajak

 laporan
 cerpen

 novel
 memoar

 catatan
 foto

 edisi lalu
 kirim tulisan

tentang ceritanet
 ikut mailing list
ceritanet              situs karya tulis - edisi 223, 11 agustus 2012

Tulisan lain

Ariel 1- Bernando J Sujibto

Delima yang bertutur tentang Senayan- Aminatul Faizah

Dengan Dua Gadis - S.M Ardan

Menelusuri Pangkal Jazz, ELP, dan Yes 2- Liston P Siregar

Getah Malam - Dodong Djiwapradja

Malam Terang di Jakarta- Sobron Aidit

Menelusuri Pangkal Jazz, ELP, dan Yes 1- Liston P Siregar

Bersatulah Pelacur-pelacur Kota Jakarta - W.S. Rendra

Surat Cinta Endaj Rasidin - Ajip Rosidi

Aku, Dingis, dan Sawah - Limantina Sihaloho

Setangkai Daun Bodhi - TranzCuk Riomandha

bangladesh

sajak Bulan Kota Jakarta
W.S. Rendra
(1955) Djakarta Dalam Puisi Indonesia

Bulan telah pingsan
di atas kota Jakarta
tapi tak seorang menatapnya!

o, getirnya kulit limau
o, betapa lunglainya

Bulan telah pingsan
Mama, bulan telah pingsan
Mensukuk tikaman beracun
dari lampu-lampu kota Djakarta
dan gedung-gedung tua tak bedarah
berpaling dari bundanya

Bulannya! Bulannya!
Jamur bundar kedinginan
bocah pucat tanpa mainan
pesta tanpa bunga

o, kurindu nafas gaib
o, kurindu sihir mata langit

Bulan merambat-rambat
Mama, betapa sepi dan sendirinya!
begitu mati nafas tabuh-tabuhan
maka penari pejamkan mata-matanya

Bulan telah pingsat
dio atas kota Djakarta
tai tak seorang menatapnya

Bulanku! Bulanku!
Tidurlah, sayang di hatiku!
***

ceritanet©listonpsiregar2000