sampul
 sajak

 laporan
 cerpen

 novel
 memoar

 catatan
 foto

 edisi lalu
 kirim tulisan

tentang ceritanet
 ikut mailing list
ceritanet              situs karya tulis - edisi 223, 11 agustus 2012

Tulisan lain

Delima yang bertutur tentang Senayan- Aminatul Faizah

Bulan Kota Jakarta- W.S. Rendra

Dengan Dua Gadis - S.M Ardan

Menelusuri Pangkal Jazz, ELP, dan Yes 2- Liston P Siregar

Getah Malam - Dodong Djiwapradja

Malam Terang di Jakarta- Sobron Aidit

Menelusuri Pangkal Jazz, ELP, dan Yes 1- Liston P Siregar

Bersatulah Pelacur-pelacur Kota Jakarta - W.S. Rendra

Surat Cinta Endaj Rasidin - Ajip Rosidi

Aku, Dingis, dan Sawah - Limantina Sihaloho

Setangkai Daun Bodhi - TranzCuk Riomandha

bangladesh

sajak Ariel 1
Bernando J Sujibto

tubuh dari lekuk gitar
dipetik melingkar
melenguh di ujung
melepuh di belakang

satu wajah
membuka seribu topeng

ke ujung gang
selalu petang
kini ramai di makam
jalan pulang malam

telungkup di atas meja kosong
bau sepatu, kaos kaki gosong
seperti aroma tubuh-tubuh ditekan
diiris bertiras, lalu sontak ditelan

ariel
tubuh dari lekuk gitar
menetas di atas daun talas
menetes pelan di tanah kerikil
yang dibikin abadi, kini
adalah irisan sunyi
(2012)

 Ariel II

ibarat dua langkat bukit
ia ada di antara batu-batu cadas
dan akar pohon yang ranggas
tumbuh getas di semua sudut

pada suatu hari yang tertelan
ia menatap akar pohon itu
pohon yang dilapukkan
dibusukkan akarnya

batu-batu itu berpeluh
merembesi punggungnya
dan kini ia telah menyatu
tubuh di atas batu-batu sadas
menjadi akar pohon itu
(2012)

Rumah Piano
—Ahmad Nurullah

seketika aku disambut
dua lagu Beethoven
dari jejari seorang putri
laras, anakmu
menziarahi rumah tua
dengan ketukan satu-dua
pada pintunya yang terbuka

sebuah biorama
adalah dunianya sendiri
di rumahmu
rumah bagi langit

biorama itu
menunjuk sebuah lorong
ruang-waktu yang berdebu
kau buka satu kelambu
huruf-huruf tanpa tanda baca
menyuruk belantara
di rumahmu
rumah bagi senja
ibukota

lalu kau ikut memainkan
sebuah lagu, bersama laras
ketukan pertama adalah
kerinduanmu yang tertunda
ketukan kedua dipungut
not-not yang dimainkan laras
tembangmu seperti sebuah sungai
mengalir deras dari hulu entah

semakin jauh kau bermain
semakin dekat masa lalu itu
(2011

ceritanet©listonpsiregar2000