sampul
 sajak

 laporan
 cerpen

 novel
 memoar

 catatan
 foto

 edisi lalu
 kirim tulisan

 tentang ceritanet
 ikut mailing list
ceritanet              situs karya tulis - edisi 220, senin 14 mei 2012

Tulisan lain

Galau - Presiden Hayat

Lagu Jakarta - Ajip Rosidi

Jakarta - Sitor Situmorang

Suara - Toto S Bachtiar

Senja di Tanah Abang - M. Hussyn Umar

Kepada Jakarta - Ajip Rosidi

Sebuah Buku Puisi dan Musik pun Dimulai - Arpan Rachman

Angkor Wat

Saya baru pulang dari jalan-jalan pagi dari sawah dengan adikku, si Dingis Phea Phea. Saya telah mengadopsi anjingku yang baik hati menjadi adikku. Kalau saya ke luar rumah, dia tahu saya akan ke mana dari jenis pakaian yang saya kenakan. Kalau berpakaian bagus dan saya mengeluarkan sepeda, dia tahu saya akan ke kota dan dia tidak akan ikut lalu tenang-tenang saja sambil duduk di lantai melihat saya bergegas. Aku, Dingis, dan Sawah Limantina Sihaloho

Kudengar Adzan dari balik Vihara, kucium aroma wangi dupa, di antara senyum sahabat, kuingat wajah perempuanku di rumah, kan kuselipkan setangkai daun bodhi, di sudut kerling kerudungmu. Setangkai Daun Bodhi TranzCuk Riomandha

Antara bahagia sekarang dan nanti jurang terngaga Adikku yang lagi keenakan menjilat es artic Sore ini kau cintaku, kuhiasi dengan sus + coca cola Istriku dalam latihan : kita hentikan jam berdetik. Tuti Artic Chairil Anwar (1947)

Kalau aku menjenguk dari kamar ke kamar Warna di manapun sama : sakit dan kabur samar Pedih karena panas yang menusuk rabu Kalau siang, kalau malam jingga kelabu. Kamar Toto S Bachtiar (1955)

ceritanet©listonpsiregar2000