sampul
 sajak

 laporan
 cerpen

 novel
 memoar

 catatan
 foto

 edisi lalu
 kirim tulisan

 tentang ceritanet
 ikut mailing list
ceritanet              situs karya tulis - edisi 218, 13 maret 2012

Tulisan lain

Penghujung Senja - Suhendri Cahya Purnama

Aku Berkisar Antara Mereka - Chairil Anwar

Ibukota Senja - Toto S. Bachtiar

Kotaku, Kotamu, Kota Kita - Aminatul Faizah

Ciliwung - W.S. Rendra

Sungai Ciliwung Yang Miskin - Slamet Kirnanto

Tupai

Lusuh kaki membawa daki
bukan jalan-jalan, bukan leha-leha, tapi lari
lari dokar, lari trem, lari beca
abang-abang buru-buru mencari rumah dan jalan-jalannya
ada yang menghindari kelam
atau ada yang datang menyongsong malam
Senja di Tanah Abang M. Hussyn Umar (1953)

Kukutuk kau dalam debu keringat kota
Karena di balik keharuan paling dalam

Mengintip malaria
Kucintai kau kala senja
Mentari mengubur sinar menyirat bukit-bukit atap

Mentari di kening-kening rumah, membelai perut sungai
Lalu lintas bergegas, kelip lampu beca
Kepada Jakarta Ajip Rosidi (1955)

"Ada banyak makna untuk merangkai kata tapi terlalu sedikit kata untuk merangkai makna. Tak banyak perempuan merangkai sajak seperti banyaknya karya Mahila," kata Andi Gadis Kinanti, moderator dalam acara peluncuran buku puisi berjudul 9 Pengakuan: Seuntai Kidung Mahila. Diluncurkan di Family Garden, Makassar, 90 puisi karya sembilan penyair perempuan itu dengan santainya dibicarakan gambling oleh penyair Aslan Abidin. Sebuah Buku Puisi dan Musik pun Dimulai Arpan Rachman

ceritanet©listonpsiregar2000