sampul
 sajak

 laporan
 cerpen

 novel
 memoar

 catatan
 foto

 edisi lalu
 kirim tulisan

 tentang ceritanet
 ikut mailing list
ceritanet              situs karya tulis - edisi 218, 13 maret 2012

Tulisan lain

Senja di Tanah Abang - M. Hussyn Umar

Sebuah Buku Puisi dan Musik pun Dimulai - Arpan Rachman

Penghujung Senja - Suhendri Cahya Purnama

Aku Berkisar Antara Mereka - Chairil Anwar

Ibukota Senja - Toto S. Bachtiar

Kotaku, Kotamu, Kota Kita - Aminatul Faizah

Tupai

sajak Kepada Jakarta
Ajip Rosidi (1955)
Djakarta Dalam Puisi Indonesia

Kukutuk kau dalam debu keringat kota
Karena di balik keharuan paling dalam
Mengintip malaria

Kucintai kau kala senja
Mentari mengubur sinar menyirat bukit-bukit atap
Mentari di kening-kening rumah, membelai perut sungai
Lalu lintas bergegas, kelip lampu beca
Semua makin pudar, semua jadi samar
Lahir kembali dalam kecerlangan malam
Mengambang mobil-mobil hitam di aspal hitam

Kucinta kau dalam ketelanjangan malam
Penuh warna dalam keriangan gemilang
Sibuk dalam kelegangan arah
menjauhi sudut jiwa paling sepi
Menyaruk-nyaruk jalan menyusur kali
Bercermin di permukaan air kemilau
Buan rendah seolah terjangkau

Kucinta kau kalau dinihari
Redam batuk memecah sunyi
Dan nyanyian tukang beca
Mengadukan nasib pada langit
Dan bintang yang tak mau ngerti

Kucinta Jakarta
Kareja kau kota kelahiran kedua
***

ceritanet©listonpsiregar2000