ceritanet              situs karya tulis - edisi 217, senin 6 februari 2012

 

Tulisan lain

Kotaku, Kotamu, Kota Kita - Aminatul Faizah

Ciliwung - W.S. Rendra

Sungai Ciliwung Yang Miskin - Slamet Kirnanto

Merindu Purnama - Suhendri Cahya Purnama

Sepanjang Gunung Sahari - Ajip Rosidi

Ciliwung Yang Manis - W.S. Rendra

salju

 sampul
 sajak

 laporan
 cerpen

 novel
 memoar

 catatan
 foto

 edisi lalu
 kirim tulisan

 tentang ceritanet
 ikut mailing list

Kau pernah meminta, “Buatkan aku sebuah cerita. Tentangku. Hidupku. Atau kisahku.” Sebentuk pinta yang tak kuacuhkan. Kuanggap itu hanyalah ocehan dari seorang bocah. Tak perlu dipikirkan. Pikiranku saat itu terlalu dipenuhi oleh ide-ide besar. Menorehkan tulisan menapaki jalan para peraih Nobel. Lihat! Ada berderet nama besar yang harus kusapa. Rabindranath Tagore di anak benua India sedang bercakap-cakap dengan orang Prancis, Jean Paul Sarte. Percakapan beda generasi yang membuat mereka melahirkan goresan menghentak akal. Penghujung Senja Suhendri Cahya Purnama

Aku berkisar antara mereka, sejak terpaksa
Bertukar rupa di pinggir jalan, aku pakai mata mereka
pergi ikut mengunjungi gelanggang bersenda:
kenyataan-kenyataan yang didapatnya
(bioskop Capitol putar film Amerika
lagu-lagu baru irama mereka berdansa)
Kami pulang tidak kena apa-apa

Aku Berkisar Antara Mereka Chairil Anwar (1949
) Djakarta Dalam Puisi Indonesia

Penghidupan sehari-hari, kehidupan sehari-hari
Antara kuli-kuli berdaki dan perempuan telanjang mandi

Di sungai kesayangan, o, kota kekasih

Klakson oto dan lonceng trem saling menyaingi
Udara menekan berat di atas jalan panjang berkelokan
Gedung-gedung dan kepala mengabur dalam senja

Mengurai dan layung-layung membara di langit barat daya

Ibukota Senja Toto S. Bachtiar (1951
)
Djakarta Dalam Puisi Indonesia

ceritanet©listonpsiregar2000